exodus
BeritaNewsPemerintahanPeristiwa

Pasca Kebakaran Pasar Sepinggan, Komisi II DPRD Balikpapan Desak Pendataan Korban dan Percepatan Revitalisasi

×

Pasca Kebakaran Pasar Sepinggan, Komisi II DPRD Balikpapan Desak Pendataan Korban dan Percepatan Revitalisasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260803 170753
Foto: Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Japar Sidik.

BALIKPAPAN, Senin (3/8) suaraindonesia-news.com – Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui dinas terkait untuk segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap para pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Sepinggan.

Langkah cepat ini dinilai krusial agar hak para pedagang mendapatkan lapak kembali tetap terjamin setelah pasar selesai diperbaiki atau dibangun ulang.

“Pasca kebakaran yang terjadi, kami mengharapkan pemerintah kota melalui dinas terkait untuk mendata para pedagang yang menjadi korban. Supaya nanti setelah selesai perbaikan atau dibangun ulang, mereka bisa kembali mendapatkan lapak seperti biasanya,” ujar Japar Sidik saat ditemui di Gedung DPRD Balikpapan, Senin (3/8).

Sebagai informasi, musibah kebakaran yang melanda Pasar Sepinggan terjadi pada Jumat, 31 Juli 2026 lalu. Peristiwa yang diduga kuat akibat korsleting listrik ini saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk memastikan penyebab utamanya.

Japar Sidik mengungkapkan bahwa jauh sebelum musibah kebakaran terjadi, Komisi II DPRD Balikpapan sebenarnya telah melakukan kunjungan lapangan ke Pasar Sepinggan beberapa bulan lalu. Dalam tinjauan tersebut, legislatif menemukan banyak fasilitas bangunan yang sudah tidak layak, kumuh, hingga plafon yang terlepas.

Kondisi ini diperparah dengan tidak berfungsinya lapak di lantai dua secara optimal. Banyak pedagang yang enggan berjualan di lantai atas karena sepi pembeli, sehingga mereka memilih turun ke lantai bawah demi menghindari kerugian.

“Waktu kami kunjungan ke sana, plafonnya sudah banyak yang lepas. Kami bahkan sudah menyampaikan kepada Dinas Perdagangan untuk segera dilakukan revitalisasi atau perbaikan, namun kendalanya adalah anggaran yang saat ini belum tersedia,” jelasnya.

Mengingat urgensi fasilitas publik ini, Japar berharap momentum pasca-kebakaran ini bisa menjadi pemantik bagi Pemkot Balikpapan untuk membangun ulang Pasar Sepinggan dengan tata kelola yang lebih baik.

Menurutnya, keberadaan Pasar Sepinggan sangat vital karena menjadi pusat roda ekonomi bagi masyarakat di wilayah Balikpapan Selatan hingga Balikpapan Timur.

“Sebenarnya kalau bicara soal kepentingan masyarakat, revitalisasi Pasar Sepinggan itu bisa dipercepat. Pasar ini mengakomodir masyarakat di wilayah Balikpapan Selatan dan Timur. Namun, kami kembalikan lagi kepada pemerintah kota bagaimana menyikapinya, karena pembangunan tentu berkaitan erat dengan kesiapan anggaran,” pungkas Japar.

Tinggalkan Balasan