BALIKPAPAN, Senin (27/7) suaraindonesia-news.com – Jagat media sosial dihebohkan dengan rekaman video viral yang memperlihatkan aksi dugaan pengeroyokan terhadap seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Balikpapan Timur, Kalimantan Timur.
Korban yang diketahui bernama Muhammad Afdal (31), seorang guru di SD 017 Balikpapan Timur, diduga dikeroyok usai menegur seorang siswa SMA yang kedapatan merokok saat masih mengenakan seragam sekolah.
Insiden memilukan tersebut terjadi di Jalan Lapangan Tembak Lambada, RT 33, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, pada Selasa (21/7) sekitar pukul 13.00 WITA. Saat ini, kasus kekerasan tersebut telah ditangani oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Balikpapan Timur.
Berdasarkan kronologi kejadian, peristiwa bermula saat korban melihat pelaku yang berstatus siswa SMA tengah merokok di Jalan Mulawarman sembari mengenakan seragam.
Sebagai seorang pendidik, Afdal memberikan teguran lisan secara baik-baik agar siswa tersebut menjaga etika. Sayangnya, teguran tersebut tidak diterima dengan baik. Yang bersangkutan justru mengajak dua orang temannya serta seorang pria dewasa yang merupakan paman dari salah satu siswa untuk mendatangi kediaman korban.
Di depan rumahnya sendiri, korban dikeroyok di hadapan sang istri yang histeris menyaksikan kejadian tersebut.
Menanggapi peristiwa tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, menyatakan keprihatinan yang mendalam saat ditemui di Kantor DPRD Balikpapan pada Senin (27/7).
Ia menyoroti adanya pergeseran attitude atau perilaku yang sangat kontras antara generasi terdahulu dengan Generasi Z saat ini.
“Ini menjadi suatu masalah attitude yang sangat berbeda dengan zaman dulu dibanding generasi Z saat ini. Kalau zaman dulu, begitu ditegur oleh guru, itu menjadi cambuk bagi murid maupun orang tua untuk memperbaiki diri. Tetapi di zaman sekarang, teguran dianggap berbeda,” ujar Yono Suherman dengan nada prihatin.
Yono menilai, akar permasalahan ini timbul dari kurangnya pendidikan moral yang tertanam pada diri siswa, sehingga mereka mudah tersinggung ketika diingatkan.
Mirisnya lagi, orang tua yang seharusnya menjadi benteng moral justru kerap membela anak mereka tanpa melihat fakta kesalahan yang diperbuat.
Secara khusus, politisi Partai NasDem ini mengimbau kepada seluruh orang tua untuk bersikap objektif dan tidak mendukung perbuatan buruk anak-anak mereka. Guru memiliki tanggung jawab moral untuk mendidik siswa agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia.
“Saya mengimbau kepada seluruh orang tua siswa untuk tidak mendukung perbuatan yang kurang baik. Semua guru pastinya menginginkan siswanya menjadi lebih baik, bermoral, dan berakhlak baik. Asas moral ini harus benar-benar diperhatikan oleh orang tua,” tegasnya.
Ia berharap kasus kekerasan terhadap guru ini menjadi yang terakhir kalinya terjadi di Kota Balikpapan. Yono juga mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan untuk segera mengambil langkah preventif pasca-kejadian ini.
“Saya mengharapkan kasus seperti ini tidak terulang kembali. Dinas Pendidikan ke depannya harus bisa mengedukasi seluruh orang tua siswa maupun para guru agar hal serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari,” pungkasnya.












