exodus
Berita UtamaHukumNasionalNews

Gugur Saat Sergap Bandar Narkoba di Katingan, Tiga Personel Polri Dianugerahi Pangkat Anumerta

×

Gugur Saat Sergap Bandar Narkoba di Katingan, Tiga Personel Polri Dianugerahi Pangkat Anumerta

Sebarkan artikel ini
IMG 20260707 110744
Foto: Tiga anggota Polres Katingan, Kalimantan Tengah yang gugur dalam tugas saat melakukan penyergapan bandar narkoba.

JAKARTA, Selasa (7/7) suaraindonesia-news.com – Korps Bhayangkara berduka sedalam-dalamnya atas gugurnya tiga personel terbaik Satresnarkoba Polres Katingan, Polda Kalimantan Tengah.

Ketiga polisi tersebut gugur setelah mendapat perlawanan sengit dan brutal dari kelompok massa saat berupaya mengungkap jaringan peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.

Sebagai bentuk penghormatan tertinggi negara atas dedikasi dan pengorbanan jiwa raga mereka, Kapolri menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta kepada ketiga korban. Penganugerahan pangkat baru tersebut resmi terhitung mulai Minggu, 5 Juli 2026.

Ketiga personel yang menerima penghargaan KPLB Anumerta tersebut adalah Ipda Anumerta Yudhie, Aipda Anumerta Sumariyanto, dan Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana.

Tragedi ini bermula pada Rabu 1 Juli 2026 saat Satresnarkoba Polres Katingan menerima laporan valid dari masyarakat mengenai aktivitas peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Berdasarkan hasil penyelidikan intensif, petugas mengidentifikasi target operasi berinisial BIO yang merupakan residivis kambuhan kasus narkotika.

Tim Satresnarkoba yang dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba kemudian bergerak dan tiba di lokasi pada Kamis dini hari. Petugas langsung membagi kekuatan menjadi dua kelompok demi mengepung rumah tersangka BIO.

Namun, proses penangkapan berubah mencekam saat sejumlah orang di lokasi mendadak menyerang petugas menggunakan senjata tajam secara membabi buta.

Meskipun petugas telah melepaskan tembakan peringatan ke udara, serangan balik terus berlanjut. Situasi kian tidak terkendali ketika keluarga tersangka bersama puluhan warga setempat berdatangan mengepung petugas.

Mereka mempersenjatai diri dengan senjata tajam, senjata api rakitan, serta berbagai benda berbahaya lainnya.

Melihat situasi yang tidak kondusif dan kalah jumlah, tim berupaya menyelamatkan diri sembari meminta bantuan personel darurat dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah.

Dalam pelarian di medan yang berat tersebut, sembilan personel berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, namun tiga anggota lainnya gugur di medan tugas.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam dari seluruh jajaran kepolisian di tanah air atas insiden berdarah ini.

“Polri menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Mereka adalah Bhayangkara sejati yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi melindungi masyarakat dan menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya laten narkoba,” ujar Johnny dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (6/7).

Jenderal bintang dua tersebut menegaskan bahwa pemberian pangkat KPLB Anumerta merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari institusi atas loyalitas tanpa batas yang ditunjukkan oleh para korban hingga akhir hayat.

“Penganugerahan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta ini adalah wujud penghormatan negara. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” tambahnya.

Johnny memastikan bahwa Polri tidak akan tinggal diam. Pihaknya berkomitmen penuh untuk memburu seluruh pelaku penyerangan dan mengusut tuntas kasus ini secara hukum. Polri juga menjamin seluruh hak-hak dan pendampingan psikologis bagi keluarga pahlawan yang gugur akan dipenuhi secara maksimal.

Tinggalkan Balasan