KOTA BOGOR, Senin (06/07) suaraindonesia-news.com – Antusiasme masyarakat terhadap Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 di SMP Negeri 11 Kota Bogor tergolong tinggi. Berdasarkan data sekolah, jumlah pendaftar dari seluruh jalur mencapai 406 calon siswa, melebihi kuota yang tersedia sebanyak 324 siswa.
Ketua SPMB 2026 SMPN 11 Kota Bogor, Ariza Dian Kurnianti, mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMPN 11 Kota Bogor.
“Total pendaftar mencapai 406 siswa dari seluruh jalur pendaftaran. Sementara kuota yang tersedia hanya 324 siswa,” ujar Ariza saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, kuota tersebut disesuaikan dengan kapasitas sarana dan prasarana sekolah yang terdiri atas sembilan rombongan belajar (rombel), dengan masing-masing rombel berisi 36 siswa.
Ariza juga memaparkan sebaran pendaftar berdasarkan enam wilayah domisili. Menurutnya, terdapat ketimpangan antara jumlah pendaftar dan kuota yang tersedia di beberapa wilayah.
Adapun rinciannya sebagai berikut:
Wilayah 1: kuota 50 siswa.
Wilayah 2: kuota 55 siswa, dengan jumlah pendaftar 15 siswa.
Wilayah 3: kuota 12 siswa, dengan jumlah pendaftar 42 siswa.
Wilayah 4 (Kabupaten Bogor): kuota 7 siswa, dengan jumlah pendaftar 31 siswa.
Wilayah 5: kuota 4 siswa, dengan jumlah pendaftar sesuai kuota.
Wilayah 6: kuota 2 siswa, dengan jumlah pendaftar 8 siswa.
Menanggapi adanya kuota yang belum terpenuhi di sejumlah wilayah, seperti Wilayah 2, Ariza menjelaskan bahwa pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bogor sebelum pengumuman hasil seleksi.
Ia menegaskan, pengisian kuota kosong dilakukan sesuai petunjuk teknis yang berlaku dengan mengalihkan kuota ke wilayah yang mengalami kelebihan pendaftar.
“Pengisian kursi yang kosong tidak dilakukan secara sembarangan. Kuota dialihkan ke wilayah yang kelebihan pendaftar sesuai petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan. Sekolah tidak dapat menentukan sendiri untuk mengutamakan jalur tertentu, seperti jalur prestasi atau nilai rapor,” jelasnya.
Bagi calon siswa yang dinyatakan lolos seleksi, tahapan selanjutnya adalah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan pra-MPLS dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli 2026, sedangkan MPLS resmi dimulai pada 15 Juli 2026.
Di akhir keterangannya, Ariza berpesan kepada seluruh peserta didik baru agar memanfaatkan kesempatan belajar di sekolah negeri dengan sebaik-baiknya.
“Anak-anak harus bersyukur karena bisa diterima di sekolah negeri. Dari data terlihat begitu banyak calon siswa yang ingin masuk ke SMPN 11 Kota Bogor namun terkendala kuota. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini dengan belajar sungguh-sungguh dan memberikan usaha terbaik,” pungkasnya.












