Tak Terima Ibunya Meninggal Dinyatakan Covid-19, JTS Tidak Bisa Mengendalikan Emosi di Rumah Sakit

oleh -173 views
Kapolres Cilacap AKBP Dr. Leganek Mawardi, S.H., S.I.K.,S.I.K.,M. Si Saat Konferensi Pers di Halaman Mapolres Cilacap. Kamis (05/08/2021).

CILACAP, Kamis(05/08/2021) suaraindonesia-news.com – Nasib apes harus dialami pemuda 28 tahun dengan inisial JTS warga Cilacap Selatan, yang mengamuk karena tidak dapat mengendalikan emosinya akibat salah satu dari keluarganya dinyatakan covid-19 dan meninggal dunia di Ruang Amarilis RSUD Cilacap.

Dalam pres rilis yang dilaksanakan pada Kamis (05/08/2021) di Halaman Polres Cilacap. Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi menjelaskan Hal ini terjadi dengan awal mula, JTS mendapat kabar bahwa ibunya kritis dan meninggal dunia dinyatakan covid-19 sehingga tersangka emosi dan merusak fasilitas rumah sakit dengan cara memecah jendela kaca dengan menggunakan tangannya dan membanting meja di ruang amarilis RSUD Cilacap.

Lanjut Kapolres, JTS pun juga mengalami luka pada tangannya hingga keluar darah berceceran dan langsung ditangani oleh perawat RSUD di ruang IGD. Dan kejadian tersebut pelaku dapat diredam oleh keluarganya namun setelah diredam oleh keluarganya akhirnya menyadari.

“Rupanya sebelum diperiksa terkait kasusnya, tersangka ini dinyatakan covid-19, sehingga harus diisolasi selama 14 hari. Baru kemudian kasusnya ditangani oleh petugas kami,” tutur Kapolres Cilacap dalam press rilisnya.

Kapolres AKBP Leganek Mawardi mengungkapkan, bahwa akibat perbuatannya tersebut, JTS terancam hukuman pidana paling lama 2 tahun 8 bulan. Yakni dengan jeratan sesuai Pasal 406 KUHP Jo Pasal 212 KUHP dan atau Pasal 14 UU No 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Tersngka JTS mengaku bahwa dirinya emosi saat mendengar kabar bahwa ibunya meninggal di rumah sakit. Karena katanya sebelum ada kabar ibunya meninggal, ia berulang kali mencari informasi keadaan ibunya, namun tidak mendapat respon dari pihak rumah sakit.

“Ibu saya ditinggalin HP, tapi saya kesulitan tidak bisa menghubunginya, rumah sakit juga tidak bisa dimintai informasi, kemudian saya datang ke rumah sakit dan emosi,” ucap JTS.

Akibat aksi pengrusakan oleh JTS, pihak RSUD Cilacap mengalami kerugian material sejumlah Rp 1,5 juta.

Reporter : M.Abdullah
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *