ACEH UTARA, Selasa (11/08) suaraindonesia-news.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Krueng Lingka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Gampong Krueng Lingka.
Pihak SPPG memastikan proses pendistribusian makanan kepada penerima manfaat berjalan normal dan mengacu pada standar gizi serta petunjuk teknis program MBG.
Klarifikasi tersebut disampaikan SPPG Krueng Lingka kepada Suaraindonesia-news.com menyusul pemberitaan sebuah media online yang dinilai menyudutkan penyaluran MBG di desa tersebut.
Kepala SPPG Krueng Lingka, Nurul Mawaddah, melalui surat sanggahan yang diterima media ini, membantah adanya keluhan warga sebagaimana diberitakan.
“Tidak ada warga yang mengeluhkan ke kami, kecuali saudara yang menjadi sumber berita di media tersebut, dan kami menilainya ada unsur pribadi,” ujar Nurul, Selasa (11/8).
Pihak SPPG juga menanggapi dua berita yang ditayangkan Lingkarpolri.id pada Senin (10/8), masing-masing berjudul “LIMA KALI WARGA KELUHKAN MBG KRUENG LINGKA KELALAIAN SPPG TERBUKTI SAMPAI WARTAWAN PUN DIHALANGI” dan “SECURITY SPPG KRUENG LINGKA HADANG WARTAWAN, ‘MAU JUMPA PIMPINAN HARUS BAWA GEUCHIK’”.
Menurut pihak SPPG, pemberitaan tersebut tidak menggambarkan fakta yang mereka alami. Mereka juga menyebut telah memberikan keterangan kepada wartawan yang datang, tetapi keterangan tersebut dinilai tidak seluruhnya dimuat.
“Kami telah memberikan keterangan pers karena wartawan ini dan yang bersangkutan sudah beberapa kali ke SPPG kami dan selalu kita layani. Tapi sayangnya justru kami dikatakan menghalangi wartawan. Dan pernyataan teknis yang disampaikan pihak kami tidak ditayangkan, sementara wartawan menyebut belum ada pernyataan resmi,” ujar Nurul didampingi Kepala Gudang, Ucha Riani.
Pihak SPPG membenarkan bahwa pihak yang ingin menemui pengelola SPPG diminta didampingi Geuchik. Namun, menurut mereka, kebijakan tersebut berkaitan dengan adanya persoalan sebelumnya dengan salah seorang warga yang disebut bernama Rahmad Faisal.
“Sudah sering mendatangi kami dengan hal yang kecil, dan kami selalu mengkonsultasikan setiap isu dengan Pemerintah Desa Krueng Lingka, yaitu Geuchik dan Ketua Tuha Peut setempat. Dan karena kami sudah tidak nyaman kami juga membutuhkan perhatian pemerintah setempat,” lanjut Nurul.
Ucha Riani menjelaskan, SPPG selama ini memastikan proses pemorsian maupun pemesanan bahan baku mengikuti standar yang ditentukan.
Menurutnya, takaran bahan makanan telah ditentukan berdasarkan kebutuhan gizi penerima manfaat. Proses tersebut diterapkan sejak pemesanan bahan baku, pengolahan, pemorsian hingga pendistribusian.
“Semua sudah sesuai dengan standar gizi yang ditentukan langsung oleh pemerintah sesuai juknis yang menjadi acuan program makanan bergizi,” ujarnya.
Pihak SPPG juga membantah adanya penolakan terhadap wartawan. Menurut Ucha, petugas keamanan hanya bertugas memastikan pihak yang tidak berkepentingan tidak masuk ke area dapur.
“Terkait wartawan yang datang pertama kalinya tadi ditolak oleh security itu tidak benar. Keamanan hanya menjaga agar tidak ada yang masuk ke dapur selain relawan sesuai dengan aturan yang kami jalankan,” terang Ucha.
Ia menjelaskan, wartawan yang datang disebut belum menggunakan kartu identitas pers atau memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud kedatangannya sebelum menemui Kepala SPPG.
Ucha juga menyebut pihak SPPG telah meminta bantuan pemerintah desa untuk menjaga keamanan kepala SPPG dari hal-hal yang dianggap dapat mengganggu aktivitas pelayanan.
Ucha mengatakan SPPG Krueng Lingka tidak hanya melayani penerima manfaat di Gampong Krueng Lingka, tetapi juga beberapa desa terdekat, termasuk posyandu dan penerima manfaat utama di Dayah Darul Huda.
Menurutnya, jumlah penerima manfaat yang dilayani SPPG Krueng Lingka mencapai sekitar 2.200 orang.
“Dan sejauh ini kami belum pernah menerima laporan bahwa makanan yang kami salurkan tidak layak konsumsi, kecuali dari saudara Rahmad,” imbuhnya.
Ia menambahkan, menu yang disalurkan setiap hari mengikuti standar gizi dan dilaporkan melalui portal gizi sebagai acuan harian.
Kendati demikian, pihak SPPG tidak menampik pernah menerima keluhan terkait makanan. Beberapa di antaranya menyangkut penyajian mentimun yang disebut sedikit mengeras dan nugget yang sempat dilaporkan berbau.
Menurut pihak SPPG, persoalan tersebut telah ditindaklanjuti dan diselesaikan melalui musyawarah bersama Pemerintah Desa.
Geuchik Gampong Krueng Lingka, Efendi, mengatakan dirinya belum menerima laporan dari warga sebagaimana yang diberitakan. Namun, ketika informasi mengenai keluhan tersebut disampaikan, pemerintah desa bersama SPPG langsung melakukan evaluasi.
“Pernah terjadi laporan tersebut, tapi itu lumrah karena yang kerja juga warga. Sebagai Geuchik saya belum menerima laporan dari warga seperti yang diberitakan. Namun, ketika laporan ini disampaikan oleh narasumber berita terkait, kasus itu langsung kami evaluasi bersama. Kami melakukan pertemuan dengan SPPG dan mempertanyakan hal ini ke SPPG, dan mereka menerima dengan baik keluhan tersebut dan memperbaikinya,” terang Efendi.
Terkait ketentuan wartawan yang ingin menemui kepala SPPG harus didampingi Geuchik, Efendi mengatakan hal tersebut berkaitan dengan upaya menjaga koordinasi antara SPPG, pemerintah desa, dan masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan kode etik dan etika pers dalam menjalankan tugas jurnalistik agar pemberitaan tidak merugikan pihak mana pun.
“Perlu kita ketahui dalam menjalankan tugas jurnalistik kita memiliki kode etik dan etika pers. Hal ini perlu penerapan yang profesional, agar pemberitaan kita tidak merugikan pihak manapun,” katanya.
Menurut Efendi, SPPG dan Pemerintah Desa Krueng Lingka telah berkomitmen untuk menyelesaikan setiap persoalan yang muncul agar pelaksanaan program MBG berjalan baik, tepat sasaran, dan sesuai standar.
“SPPG dan Pemerintah Desa telah berkomitmen untuk mengatasi setiap isu, agar MBG bisa berjalan dengan baik dan tepat sasaran juga sesuai standar, inilah mereka mengatakan perlu pendampingan Geuchik,” lanjutnya.
Efendi menegaskan bahwa berdasarkan evaluasi pemerintah desa, penyaluran MBG di Gampong Krueng Lingka sejauh ini tidak menemukan persoalan sebagaimana yang diberitakan.
SPPG Krueng Lingka berharap komunikasi dengan masyarakat dapat terus terjalin secara harmonis. Masyarakat juga diminta menyampaikan setiap keluhan langsung kepada pihak penyalur agar dapat segera ditindaklanjuti dan diperbaiki.












