exodus
BeritaKesehatanNewsPemerintahan

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Publikasikan Indikator Mutu, Wujudkan Pelayanan Kesehatan yang Transparan dan Berkualitas

×

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Publikasikan Indikator Mutu, Wujudkan Pelayanan Kesehatan yang Transparan dan Berkualitas

Sebarkan artikel ini
IMG 20260521 205905
Foto: RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

SUMENEP, Rabu (15/07) suaraindonesia-news.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui evaluasi berkala dan publikasi indikator mutu rumah sakit secara terbuka kepada masyarakat.

Publikasi indikator mutu yang mencakup capaian Triwulan I hingga Triwulan II Tahun 2026, beserta capaian pada periode sebelumnya, menunjukkan sejumlah aspek pelayanan telah mencapai tingkat kepatuhan yang tinggi. Indikator tersebut meliputi keselamatan pasien, standar pelayanan medis, kecepatan respons, hingga tingkat kepuasan masyarakat.

Pada Triwulan II atau periode April–Juni 2026, RSUD dr. H. Moh. Anwar mencatat kepatuhan terhadap Clinical Pathway sebesar 93,28 persen. Sementara itu, upaya pencegahan risiko cedera akibat pasien jatuh pada layanan rawat inap mencapai 95,14 persen.

Di sisi lain, indikator kecepatan respons terhadap pengaduan atau komplain masyarakat tercatat sebesar 89,76 persen. Capaian tersebut menunjukkan upaya rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang cepat, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Untuk indikator mutu prioritas rumah sakit, tingkat penggunaan tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) mencapai 76,85 persen, dengan rata-rata lama perawatan pasien (Average Length of Stay/ALOS) selama 5,32 hari.

Pada layanan farmasi, waktu tunggu penyediaan obat racikan tercatat rata-rata 18,45 menit, sedangkan obat nonracikan 26,32 menit. Sementara itu, ketepatan jadwal pelaksanaan operasi mencapai 92,67 persen.

Sebelumnya, pada Triwulan I atau Januari–Maret 2026, sejumlah indikator juga menunjukkan capaian yang positif. Kepatuhan penggunaan Formularium Nasional mencapai 95,28 persen, ketepatan waktu pelaporan hasil tes kritis laboratorium sebesar 93,62 persen, serta kepatuhan jam visite dokter spesialis mencapai 87,45 persen.

Pada periode yang sama, indikator mutu prioritas rumah sakit mencatat kepatuhan edukasi pasien sebesar 90,17 persen dan kepatuhan hand hygiene sebesar 96,34 persen. Sementara indikator unit pelayanan menunjukkan ketepatan waktu pelaporan hasil mencapai 92,58 persen, dengan angka spesimen yang ditolak hanya sebesar 1,42 persen.

Capaian tersebut melanjutkan tren positif yang telah dibangun pada tahun sebelumnya. Pada Triwulan IV Tahun 2025, kepatuhan identifikasi pasien tercatat sebesar 95,96 persen, kepatuhan pengisian rekam medis mencapai 92,14 persen, serta indikator waktu tunggu pelayanan farmasi berada pada angka 84,67 persen.

Adapun pada Triwulan III Tahun 2025, kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) mencapai 98,61 persen, kepatuhan identifikasi pasien sebesar 96,79 persen, dan tingkat kepuasan pasien mencapai 89,35 persen.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes., mengatakan pemantauan indikator mutu merupakan instrumen penting dalam memastikan kualitas pelayanan kesehatan terus mengalami peningkatan secara berkelanjutan.

“Melalui pemantauan indikator mutu rumah sakit, kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan serta kepuasan masyarakat,” ujar dr. Erliyati.

Menurutnya, setiap capaian indikator mutu tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi juga mencerminkan komitmen seluruh jajaran rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat.

“Bagi kami, setiap langkah menuju mutu yang lebih baik merupakan wujud komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik. Bersama, kita bangun budaya mutu demi pelayanan yang semakin berkualitas,” katanya.

Erliyati menegaskan bahwa budaya mutu harus menjadi bagian dari kinerja seluruh elemen rumah sakit. Dengan evaluasi yang dilakukan secara rutin, setiap unit pelayanan diharapkan mampu melakukan perbaikan secara berkesinambungan demi meningkatkan kualitas layanan.

Publikasi indikator mutu tersebut juga menjadi bentuk transparansi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep kepada masyarakat bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan terus menjadi prioritas utama dalam memberikan layanan yang profesional, aman, dan berorientasi pada kepuasan pasien.

Tinggalkan Balasan