exodus
BeritaNewsPemerintahan

Komisi II DPRD Sumenep Dorong Pendampingan Berkelanjutan untuk Perkuat Daya Saing UMKM

×

Komisi II DPRD Sumenep Dorong Pendampingan Berkelanjutan untuk Perkuat Daya Saing UMKM

Sebarkan artikel ini
IMG 20260715 140456
Foto: Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep Irwan Haya.

SUMENEP, Rabu (15/07/2026) suaraindonesia-news.com – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dinilai membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan agar mampu berkembang serta memiliki daya saing yang lebih luas di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep, Irwan Hayat, mengatakan sektor UMKM merupakan salah satu pilar strategis yang memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Menurutnya, perkembangan UMKM di Sumenep tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga telah tumbuh di berbagai wilayah pedesaan.

“Sumenep memiliki potensi luar biasa di bidang UMKM. Banyak produk unggulan yang lahir dari masyarakat dengan berbagai macam inovasi. Ini menjadi kekuatan ekonomi yang harus terus dikembangkan,” ujar Irwan.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menilai penguatan sektor UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan ruang usaha. Pemerintah daerah, menurutnya, juga perlu menghadirkan program pendampingan yang terarah agar pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing produknya.

Ia menjelaskan, masih banyak pelaku UMKM yang menjalankan usahanya secara mandiri berdasarkan kemampuan yang dimiliki. Padahal, melalui pendampingan yang tepat, usaha tersebut berpeluang berkembang lebih besar dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pendampingan serius dari pemerintah akan memberikan dampak positif. Mulai dari perencanaan produk, peningkatan kualitas, hingga strategi pemasaran,” katanya.

Irwan menambahkan, salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah penguatan kualitas kemasan produk agar lebih menarik dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Selain itu, pelaku UMKM juga perlu didorong untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran.

Menurutnya, perubahan pola konsumsi masyarakat menuntut pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Melalui pemasaran berbasis digital, produk-produk UMKM Sumenep berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di luar daerah.

“Pemasaran harus mengikuti perkembangan zaman melalui media digital. Dengan begitu, produk-produk lokal Sumenep bisa memiliki jangkauan pasar yang lebih luas,” tutur Irwan.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep dapat memperkuat program pembinaan UMKM melalui kolaborasi lintas sektor. Dengan pendampingan yang berkesinambungan, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kualitas usaha, naik kelas, serta menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan