Dua Tempat Karaoke Digembok Satpol PP Pamekasan

PAMEKASAN, Selasa (1 Agustus 2017) suaraindonesia-news.com – Perjuangan masyarakat Desa Tlanakan, beserta para tokoh agama dan masyarakat agar tempat karaoke yang terindikasi tindak asusila akhirnya ditutup oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat. Selasa (1/8).

Sebagai petugas penegak Perda dalam melaksanakan eksekusi didampingi oleh aparat Kepolisian, Koramil, Forkompimca dan puluhan masyarakat ikut menyaksikan proses penggembokan tempat karaoke Terang Bulan (TB) dan tempat karaoke resto Wiraraja.

Kedua tempat karaoke itu diduga melanggar Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) karena menjadi lokasi tindak asusila. Baca Juga: Kepala Bulog Madura Minta Kepala Desa Segera Tebus Rastra

“Sesuai kesepakatan kami tadi malam dengan Bupati Pamekasan, jadi tuntutan masyarakat itu hanya tempat karaoke karena meresahkan masyarakat disini,” kata Mahrus Mianto selaku koordinator masyarakat Tlanakan.

Lebih lanjut, Mahrus Mianto meminta kepada aparat agar bisa memonitor tempat yang baru saja ditutup agar beroperasi kembali.

“Saya mohon agar pemerintah bertanggungjawab dalam penutupan ini, jangan hanya menutup kemudian membiarkannya saja, tapi harus tetap dimonitor setiap hari,” tambah Mahrus yang merupakan warga asli Desa setempat.

Dalam proses penutupan yang dilakukan Satpol PP terhadap dua tempat tersebut dipimpin Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP, Mohammad Yusuf Wibiseno yang secara langsung mengambil gembok dan mengunci tempat karaoke tersebut.

Namun demikian masyarakat kurang puas dengan apa yang dilakukan petugas, sehingga sempat terjadi perdebatan dengan masyarakat yang didampingi toga dan tomas Desa Tlanakan.

Pasalnya petugas hanya menggembok pintu utama saja, sedangkan menurut masyarakat masih banyak pintu untuk bisa masuk ke tempat karaoke itu.

“Kami disini hanya menjalankan tugas sesuai prosedur saja dan menindaklanjuti hasil pertemuan tadi malam. Jadi kalau harus mengunci pintu yang lain, kami tidak berani karena itu melanggar peraturan,” jelas Yusuf.

Kekuatiran masyarakat memang tanpa alasan, karena sudah beberapa kali tempat tempat tersebut dinyatakan ditutup pagi harinya, namun dimalam harinya beroperasi lagi.

Setelah melalui diskusi yang cukup alot, akhirnya masyarakat menerima apa yang telah dilakukan para petugas, karena memang harus prosedural.

Penutupan oleh Satpol PP yang disaksikan masyarakat itu dimulai dari tempat karaoke Terang Bulan(TB) dan dilanjutkan ke resto wiraraja.

Sedangkan di resto wiraraja, aparat tidak hanya menggunakan gembok saja, namun juga dirantai dan digembok.

“Sementara kunci gembok atas penutupan kedua tempat ini ada dikantor kami,” pungkas Yusuf. (Mai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here