SUMENEP, Rabu (29/07) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus memperkuat upaya regenerasi petani dengan mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengembangkan pertanian modern berbasis teknologi.
Salah satu contoh keberhasilan tersebut ditunjukkan oleh seorang petani milenial di Desa Ketawang Laok, Kecamatan Batang-Batang, yang berhasil mengembangkan budidaya selada hingga mampu memasok kebutuhan pasar tradisional, restoran, dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan kunjungannya ke lokasi budidaya selada merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap generasi muda yang memilih menekuni sektor pertanian, khususnya komoditas hortikultura.
Menurutnya, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan perhatian khusus terhadap anak muda yang mampu menghadirkan inovasi di bidang pertanian sehingga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.
“Kalau ada masyarakat yang menggunakan metode pertanian yang simpel dan memanfaatkan teknologi, Pak Bupati sangat senang. Apalagi usaha budi daya selada ini mulai digandrungi anak muda,” ujar Chainur Rasyid.
Pria yang akrab disapa Inung itu menjelaskan, petani muda tersebut membangun usahanya secara mandiri. Selain belajar secara otodidak, yang bersangkutan juga pernah mengikuti pelatihan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).
Hasil budidaya selada yang dikembangkan kini telah dipasarkan ke berbagai pasar tradisional, restoran, serta menjadi salah satu pemasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Inung, capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian masih memiliki peluang usaha yang menjanjikan bagi generasi muda. Tingginya permintaan pasar terhadap komoditas hortikultura dinilai menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
“Pak Bupati sangat mengapresiasi aktivitas kepemudaan yang mulai menggandrungi dunia pertanian dan sudah mampu menghasilkan nilai ekonomis,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, lanjut Inung, Bupati Sumenep telah menginstruksikan DKPP untuk menyiapkan berbagai program yang bertujuan mempercepat regenerasi petani di Kabupaten Sumenep.
Program tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak generasi muda untuk mengembangkan usaha di sektor pertanian, khususnya pada komoditas hortikultura.
“Selama ini minat pemuda terhadap sektor pertanian masih relatif rendah,” ujarnya.
DKPP Sumenep menilai budidaya hortikultura, terutama selada, memiliki prospek yang cukup cerah karena permintaan pasar terus meningkat. Selain teknik budidayanya relatif mudah diterapkan, komoditas tersebut juga memiliki nilai jual yang kompetitif.
Untuk memperkuat pengembangan petani muda, pemerintah daerah berkomitmen memberikan berbagai bentuk dukungan, mulai dari pendampingan, bantuan benih, hingga penyediaan alat dan sarana pertanian.
“Nanti akan kami dorong melalui bantuan benih maupun alat-alat pertanian. Saat ini sudah cukup banyak anak muda yang mulai mengembangkan budi daya selada,” pungkasnya.












