BeritaNewsPemerintahan

Bappeda Sumenep Perkuat Akuntabilitas Kinerja OPD melalui Sistem Monitoring Terintegrasi

96
×

Bappeda Sumenep Perkuat Akuntabilitas Kinerja OPD melalui Sistem Monitoring Terintegrasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260619 102211
Foto: Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto.

SUMENEP, Jumat (19/06) suaraindonesia-news.comBadan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep terus memperkuat sistem akuntabilitas kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memastikan setiap program pembangunan berjalan secara terukur dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan bahwa akuntabilitas kinerja harus dibangun melalui perencanaan yang jelas, pelaksanaan yang tepat, serta evaluasi yang dilakukan secara terbuka dan berkelanjutan.

Untuk mendukung hal tersebut, Bappeda mendorong seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep agar konsisten menggunakan Sistem Informasi Kinerja Perangkat Daerah (SIKPD).

“Melalui SIKPD, target program, realisasi anggaran, hingga capaian output dapat dipantau secara berkala. Sistem ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan transparansi dan pertanggungjawaban kepada masyarakat,” kata Arif Firmanto.

Menurutnya, akuntabilitas tidak hanya berkaitan dengan penyusunan laporan administrasi, melainkan juga menyangkut manfaat nyata yang dirasakan masyarakat dari setiap program yang dijalankan pemerintah daerah.

“Bappeda memiliki tugas untuk memastikan penggunaan anggaran publik berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Akuntabilitas OPD menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” ujarnya.

Arif menambahkan bahwa evaluasi dilakukan secara berkala guna memastikan target pembangunan dapat tercapai sesuai indikator kinerja yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, sinkronisasi antara proses perencanaan dan pelaksanaan program menjadi aspek penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan daerah.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari tingkat penyerapan anggaran, tetapi juga dari capaian program dan manfaat yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Bappeda juga menekankan pentingnya sistem pelaporan yang akurat, terintegrasi, dan tepat waktu dari seluruh perangkat daerah sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan.

Komitmen tersebut, lanjut Arif, sejalan dengan arahan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang mendorong terwujudnya birokrasi yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Dengan penguatan sistem akuntabilitas dan pengelolaan kinerja yang terintegrasi, Bappeda Kabupaten Sumenep optimistis nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Sumenep dapat terus meningkat pada masa mendatang.

Tinggalkan Balasan