PAMEKASAN, Selasa (04/08) suaraindonesia-news.com – Wakil Bupati Pamekasan, H. Sukriyanto, menerima kunjungan kerja Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Brebes di Pendopo Agung Ronggosukowati, Selasa (4/8/2026).
Kunjungan tersebut merupakan agenda studi banding di bidang pendidikan dan kebudayaan. Turut mendampingi penyambutan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, Ahmad Basri Yulianto, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pamekasan.
Dalam sambutannya, Sukriyanto menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Pamekasan sebagai tujuan studi banding. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum untuk memperkuat sinergi dan kerja sama antardaerah.
“Selamat datang kepada Bupati Brebes beserta Sekda, Kepala Dinas Pendidikan, dan seluruh jajaran Pemkab Brebes di Pamekasan. Kami bangga dan bersyukur karena Pamekasan dipercaya menjadi tujuan studi banding di bidang pendidikan dan kebudayaan. Semoga pertemuan ini menjadi awal kerja sama yang lebih luas serta membawa manfaat bagi kedua daerah,” ujar Sukriyanto.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pamekasan terbuka untuk berbagi pengalaman terkait berbagai program pendidikan yang telah dijalankan, sekaligus belajar dari inovasi yang dimiliki Kabupaten Brebes.
“Kami percaya setiap daerah memiliki keunggulan masing-masing. Karena itu melalui forum ini kita bisa saling bertukar pengalaman, saling melengkapi, dan bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Pemerintah Kabupaten Brebes mempelajari sejumlah program unggulan pendidikan yang telah dikembangkan di Pamekasan, di antaranya keberhasilan daerah ini dalam mengikuti program nasional seperti Sekolah Sahabat Sekolah Dasar dan Sekolah Model.
Selain sektor pendidikan, rombongan juga menunjukkan ketertarikan terhadap kekayaan budaya Kabupaten Pamekasan. Kesenian Sapi Sonok dan Daul menjadi perhatian khusus. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Brebes berencana mengirimkan surat resmi agar kedua kesenian tersebut dapat ditampilkan dalam agenda kebudayaan di daerahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, Ahmad Basri Yulianto, menjelaskan bahwa pelestarian budaya di Pamekasan dilakukan sejak usia dini melalui dunia pendidikan.
Menurutnya, Bahasa Madura telah diterapkan sebagai muatan lokal mulai dari jenjang PAUD hingga SMP. Selain itu, penguatan pendidikan karakter juga dilakukan melalui uji kompetensi baca tulis Al-Qur’an.
“Kami juga tengah melakukan penelitian dan pendataan manuskrip serta kitab-kitab kuno di tujuh kecamatan. Nantinya akan kami himpun dan simpan di museum sebagai upaya pelestarian warisan budaya,” jelas Basri.
Ia menambahkan, Disdikbud Pamekasan juga tengah menyusun konsep kawasan kebudayaan multietnis sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pamekasan.
Konsep tersebut akan menampilkan keberagaman budaya yang ada di Pamekasan, mulai dari kawasan Pecinan, Kampung Arab, komunitas Jawa, hingga masyarakat Madura sebagai gambaran kehidupan masyarakat yang harmonis dalam keberagaman.












