Banjir Jalan Imam Bonjol Diduga Akibat Pekerjaan Drainase Tak Rampung

Waraga Jalan Imam Bonjol Sumenep Saat Gotong Royong Memeperbaiki Drainase yang Tersumbat, Senin (13/11/2017)

SUMENEP, Senin (13/11/2017) suaraindonesia-news.com – Pekerjaan paket proyek drainase yang belum rampung di Jalan Imam Bonjol, Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengakibatkan banjir melanda pemukiman penduduk.

Salah seorang warga setempat, Agus mengemukakan, hujan deras yang berlansung selama kurang lebih 1 jam di Sumenep, Senin (13/11), sejak pukul 11.30 Wib hingga 12.20 Wib, mengakibatkan banjir menggenangi pemukiman warga, Jalan Imam Bonjol, Sumenep.

“Sebenarnya pekerjaan sudah selesai tapi masih menyisakan pekerjaan kurang lebih 4 Meter yang belum dikerjakan tapi sudah dibongkar,” Terang Agus. Senin (13/11).

Lanjut Agus, dengan adanya hujan pertama tersebut, mengakibatkan banjir karena pembuangan tersumbat akibat sisa 4 meter tak kunjung dikerjakan.

“Karena pekerjaan tidak rampung dikerjakan kontraktornya yakni CV Masa, pembuangan tersumbat hingga mengakibatkan rumah di sepanjang Jalan Imam Bonjol kebanjiran,” ujar Agus.

Baca Juga: Dinilai Belum Siap Menyongsong Visit 2018, Gempar Demo Kantor Pemkab Sumenep

Pembangunan paket Saluran drainase/gorong-gorong kawasan perkotaan itu, menggunakan anggaran APBD 2017 sebesar Rp 198.500.000. Melalui dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya.

“Kontraktor pekerjaan jalan dan drainase di Jalan Imam Bonjol Sumenep harus merampungkan agar air hujan yang turun tidak lagi menggenangi pemukiman warga dan mengalir kelaut, ” katanya.

Dia mengatakan, pemerintah dalam hal ini dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya harus mengawasi, dan pihak pelaksana (CV. Masa, red) segera menyelesaikan sisa pekerjaan yang masih belum tuntas, jangan membiarkan hanya sebagian saja yang dibangun kontraktornya tanpa dituntaskan, karena dengan begitu masyarakat dirugikan akibat tergenang banjir.

Sementara Kepala Bidang Penataan Bagunan dan Lingkungan dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Sumenep, Sutrisno, Mengatakan, jika pihaknya sudah melaksanakan pekerjaan sesuai anggaran dan spek yang ada.

“Anggarannya cukup disitu, jadi pelaksana tidak mungkin mengerjakan pekerjaan lebih dari anggaran yang ada,” terangnya.

Terkait dugaan adanya sisa pekerjaan yang masih menyisakan 4 meter yang belum tuntas, dirinya tidak membenarkan, menurutnya memang belum tuntas karena anggarannya hanya cukup distu.

“Kalau dikatakan masih ada sisa pekerjaan sekitar 4 meter, itu tidak benar, karena memang batasnya disitu,” terangnya.

Lanjut Tris, kalau persoalan banjir menurutnya sebelum pekerjaan memang sudah biasa banjir di daerah tersebut.

“Jadi bukan karena pekerjaan yang tidak tuntas, namun di daerah tersebut jauh sebelum pekerjaan dikerjakan memang sudah biasa banjir,” terangnya.

Namun ia berjanji, tahun depan (2018, red) akan dianggarkan untuk pekerjaan lanjutan sehingga pekerjaan bisa tuntas.

“Tahun depan akan kita usahakan untuk lanjutannya, jadi bertahap karena kalau sekaligus tidak mungkin karena anggaran yang tidak cukup,” tukasnya.(Zaini)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here