exodus
BeritaNewsPemerintahan

Sentuhan Tradisi di Gedung Baru DPRD Balikpapan, Komisi IV Buka Ruang Rapat dengan Doa Selamat

×

Sentuhan Tradisi di Gedung Baru DPRD Balikpapan, Komisi IV Buka Ruang Rapat dengan Doa Selamat

Sebarkan artikel ini
IMG 20260810 211422
Foto: Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali (baju hitam) memotong tumpeng dalam acara doa bersama mengawali penggunaan ruang rapat khusus Komisi IV di gedung baru DPRD Balikpapan, Senin, (10/8).

BALIKPAPAN, Senin (9/8) suaraindonesia-news.com – Gedung baru Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan resmi ditempati dan mulai digunakan untuk aktivitas kedewanan pada Senin (10/8).

Menandai dimulainya lembaran baru tersebut, Komisi IV DPRD Balikpapan mengawali penggunaan ruang rapat mereka secara simbolis dengan menggelar tradisi membaca doa selamat dan syukuran bersama.

Ritual tersebut bukan sekadar formalitas perpindahan tempat kerja, melainkan sebuah refleksi dari penantian panjang. Syukuran ini ditujukan sebagai bentuk rasa syukur agar fasilitas baru tersebut membawa keberkahan, kenyamanan, serta kelancaran dalam mengawal aspirasi masyarakat Kota Beriman.

Wakil Ketua II DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Taqwa, mengungkapkan bahwa keberadaan infrastruktur baru ini sangat patut disyukuri. Ia menilai fasilitas yang tersedia saat ini jauh lebih representatif dan akomodatif jika dibandingkan dengan gedung lama.

Kenyamanan fisik dinilai berbanding lurus dengan peningkatan kualitas performa kinerja para wakil rakyat.

Menariknya, Taqwa membeberkan fakta mengenai lamanya masa tunggu para anggota legislatif untuk bisa menikmati fasilitas kerja yang memadai ini. Ia mencontohkan perjuangan salah satu kolega seniornya di parlemen.

“Pak Amin itu sampai empat periode atau sekitar 20 tahun menunggu ruangan seperti ini,” ungkap Taqwa di sela-sela kegiatan.

Waktu dua dekade tentu bukan durasi yang singkat, bahkan sudah cukup untuk menandai pergantian generasi di kursi kedewanan.

Kendati memiliki gedung yang megah dengan fasilitas serbalengkap, Taqwa memberikan catatan kritis. Ia mengingatkan seluruh anggota dewan agar tidak menjadikan gedung baru ini sebagai tempat yang eksklusif dan berjarak dari masyarakat.

Mengingat sumber dana pembangunan gedung bersumber dari anggaran pemerintah yang notabene adalah uang publik, kegunaannya pun harus dikembalikan secara masif untuk kepentingan khalayak luas.

“Ini adalah fasilitas bersama. Jangan sampai bangunan ini terkesan eksklusif hanya karena ukurannya yang besar. Ruangan-ruangan yang ada harus hidup dengan aktivitas kedewanan bersama konstituen. Kita bisa manfaatkan untuk rapat bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), organisasi, maupun lembaga eksternal lainnya agar terasa ramai dan bermanfaat,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut.

Selain itu, fasilitas yang baru di gedung ini diharapkan dapat menaikkan marwah Kota Balikpapan saat menerima kunjungan kerja dari legislator daerah lain. Dengan ruang pertemuan yang representatif, DPRD Balikpapan kini dapat menjamu tamu-tamu luar daerah dengan optimal tanpa perlu merasa minder.

Di tengah pemaparan mengenai fungsi gedung, Taqwa sempat mencairkan suasana dengan candaan khas mengenai alasan tradisional diadakannya ritual doa bersama tersebut.

“Jangan sampai nanti performa kerja kita terganggu oleh hal-hal astral atau gangguan roh jahat karena tempat baru ini tidak didahului dengan doa,” guraunya, yang disambut tawa oleh jajaran anggota Komisi IV di ruang rapat tersebut.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, mengapresiasi kekompakan anggotanya yang menginisiasi kegiatan doa selamat ini.

Menurutnya, momentum menempati ruang kerja baru merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat soliditas internal komisi.

“Niat utama kita adalah mengawali penggunaan ruangan ini dengan kebersamaan. Kami berharap di ruangan yang baru ini, Komisi IV selalu kompak dan solid dalam memperjuangkan serta membawa aspirasi masyarakat sesuai dengan lingkungan kewenangan kami,” pungkas Gasali.

Tinggalkan Balasan