Polisi Ungkap Tersangka Penjagal Mobil Dum Truk

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Iwan Setyawan menunjukkan TSK dan BB yang sudah dijagal. (Foto : Singgih).

Suara Indonesia-News.Com, Probolinggo – Jajaran Sat Reskrim Polres Probolinggo Kota, hari ini Rabo (14/01/15) berhasil mengungkap tersangka (TSK) dan modus penjagalan mobil dum truk di Desa Wringinanom Tongas Probolinggo yang ditemukan oleh Jajaran Satreskrim pada Kamis (8/01/15) lalu.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP. Iwan Setyawan kepada insan pers saat press rillies kasus penjagalan mobil dum truk tersebut mengatakan, mobil tersebut adalah hasil tindak kejahatan pencurian yang dilakukan oleh (RO) warga Jatisari Kecamatan Kuripan Probolinggo yang juga sebagai kernet dum truk yang dijagalnya bersama dengan teman-temannya yaitu AD, SA, STJ, dan HR. Dum truk tersebut adalah milik salah seorang pengusaha di Klakah Lumajang, ungkap Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres AKBP. Iwan Setyawan mengatakan, jumalah TSK kasus pencurian Dum Truk yang dijagal oleh para TSK ini ada 6 (enam) orang, dan satu orang TSK yang diduga kuat sebagai otaknya melarikan diri dan belum diketemukan.  Sebagai TSK utama kasus ini adalah RO, HR dan yang melarikan diri tersebut, ujar Kapolres.

Kepada petugas TSK RO mengatakan mobil diambil dari Desa Jorongan disopiri sendiri, dan sesampai di jalan Brantas Kota Probolinggo sopir diambil alih oleh TSK HR hingga sampai TKP penjagalan mobil di Desa Wringinanom Tongas. Dan awal terungkapnya kasus penjagalan mobil ini adanya laporan masyarakat setempat yang melaporkan kepada petugas adanya kelompok orang sedang melakukan penjagalan Dum Truk.

“Dengan adanya laporan masayrakat tersebut Kami memerintahkan 4 (empat) anggota Sat Reskrim untuk melakukan lidik di TKP,” terang Kapolres.

Kapolres AKBP. Iwan Setyawan juga mengatakan TSK RO mulai Bulan Agustus-2014 bersama sopirnya  menjalankan mobil dum truk tersebut untuk mencari muatan pasir, batu, kural dsb.

“Pada awalnya setoran lancar, namun pada akhir-akhir ini mengalami kesulitan setoran.  Karena mengalami  kesulitan setoran tersebut  timbul niatan untuk menjual mobilnya, mobil tidak laku laku munculah niatan untuk menjagalnya,”  ujar Kapolres menjelaskan.

Atas perbuatannya para tersangka dikenakan pasal 170 KUHP tentang melakukan pencurian bersama-sama, dengan ancaman hukuman penjara 5 (lima) tahun, tandas Kapolres AKBP. Iwan Setyawan. (Singgih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here