SUMENEP, Kamis (08/10) suaraindonesia-news.com – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kabupaten Sumenep menggelar bimbingan teknis deteksi dini dan tata laksana penyakit ginjal kronis di Ballroom Hotel Myze Sumenep, Senin (5/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB tersebut menyasar dokter Puskesmas se-Kabupaten Sumenep. Bimbingan teknis ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kapasitas tenaga kesehatan dalam mengenali penyakit ginjal kronis sejak tahap awal.
Kepala DKP2KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes., mengatakan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan diperlukan agar deteksi terhadap gangguan ginjal dapat dilakukan lebih dini dan penanganannya disesuaikan dengan kondisi serta stadium penyakit.
“Bimbingan teknis ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan terkait deteksi dini dan tata laksana penyakit ginjal kronis, sehingga gangguan ginjal dapat dikenali dan ditangani sejak tahap awal,” ujar drg. Ellya.
Menurutnya, kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan identifikasi secara dini menjadi salah satu hal yang perlu terus diperkuat, terutama dalam mengenali kondisi pasien sesuai dengan stadium penyakitnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan Aditiawardana, Dr., Sp.PD-KGH, sebagai narasumber. Materi yang diberikan berfokus pada deteksi dini serta tata laksana penyakit ginjal kronis.
Selain dokter Puskesmas se-Kabupaten Sumenep, kegiatan tersebut dihadiri Kepala DKP2KB Kabupaten Sumenep, Kepala BPJS Cabang Pamekasan, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Sumenep, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) DKP2KB Kabupaten Sumenep, serta dokter umum Puskesmas se-Kabupaten Sumenep.
Adapun tujuan kegiatan meliputi peningkatan pemahaman tenaga kesehatan terkait deteksi dini dan tata laksana penyakit ginjal kronis, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam mengenali, mendiagnosis, dan menangani gangguan ginjal sejak tahap awal guna mencegah perburukan, serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam mengidentifikasi penyakit ginjal kronis secara dini sesuai dengan stadium penyakit.
Melalui kegiatan tersebut, DKP2KB Kabupaten Sumenep mendorong peningkatan kompetensi dokter Puskesmas agar mampu melakukan deteksi dan penanganan awal penyakit ginjal kronis secara lebih tepat sesuai kapasitas pelayanan di tingkat Puskesmas.












