exodus
Berita UtamaNasionalNewsPendidikan

Kasdam VI/Mulawarman Pimpin Upacara Pelepasan Purna Tugas Satgas Pamtas RI-Malaysia di Balikpapan

×

Kasdam VI/Mulawarman Pimpin Upacara Pelepasan Purna Tugas Satgas Pamtas RI-Malaysia di Balikpapan

Sebarkan artikel ini
IMG 20261005 202123
Foto: Kasdam VI/Mulawarman, Brigjen TNI Andy Setyawan, memimpin Upacara Pelepasan Purna Tugas Satgas Pamtas RI-Malaysia di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Senin, (5/10).

​BALIKPAPAN, Senin (5/10) suaraindonesia-news.com — Ratusan prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia dari Yonkav 13/Satya Lembuswana dan Yonarmed 4/Parahyangan resmi mengakhiri masa tugas operasi pengamanan perbatasan darat tahun 2026.

Upacara pelepasan purna tugas dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) VI/Mulawarman, Brigjen TNI Andy Setyawan, di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Senin (5/10).

​Setelah membentengi garis depan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) selama kurang lebih satu tahun, para prajurit diminta menjadikan seluruh pengalaman lapangan sebagai evaluasi berkelanjutan demi meningkatkan kesiapsiagaan satuan.

​Dalam amanatnya, Brigjen TNI Andy Setyawan menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas loyalitas serta kinerja profesional yang ditunjukkan seluruh personel selama bertugas di wilayah terdepan.

​”Terima kasih atas dedikasi dan pelaksanaan tugas operasi pengamanan perbatasan darat RI-Malaysia yang telah dilaksanakan secara profesional, sehingga berjalan dengan baik, aman, dan lancar,” ungkap Brigjen Andy.

​Ia mengatakan bahwa menjaga kawasan perbatasan memiliki kompleksitas dan tantangan tersendiri karena berhadapan langsung dengan kedaulatan negara. Selama masa penugasan, Satgas Pamtas dinilai sukses memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI, serta menghormati norma sosial masyarakat lokal.

​Keberhasilan operasi ini semakin solid dengan tidak ditemukannya catatan pelanggaran hukum maupun Hak Asasi Manusia (HAM) oleh prajurit. Kehadiran Satgas Pamtas terbukti memberikan kepastian keamanan sekaligus menjadi penangkal potensi ancaman di perbatasan.

​”Keberadaan kalian sebagai pasukan pengamanan perbatasan merupakan efek tangkal bagi pihak mana pun yang ingin merongrong kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI,” ujarnya.

​Menandai berakhirnya masa operasi, Brigjen Andy menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera melakukan konsolidasi total dan beradaptasi kembali dengan aturan di pangkalan (homebase). Ia meminta penegakan disiplin dan tata tertib keprajuritan langsung diterapkan tanpa jeda.

​Selain personel, akuntabilitas materiil dan alutsista operasi juga menjadi sorotan.

​”Laksanakan kegiatan pemeliharaan cegah sebelum penggudangan agar peralatan tersebut tetap siap digunakan dalam penugasan di masa mendatang,” perintahnya.

​Khusus bagi personel Yonarmed 4/Parahyangan yang akan menempuh perjalanan laut jarak jauh menuju satuan induk, ia berpesan pentingnya kewaspadaan selama proses pergeseran pasukan (serpas) dengan memprioritaskan keselamatan jiwa dan materiil.

​”Jadikan pengalaman selama di daerah penugasan sebagai bahan evaluasi bagi peningkatan profesionalisme keprajuritan maupun pengembangan satuan dalam menghadapi tugas-tugas di masa depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan