BLORA, Senin (05/10) suaraindonesia-news.com – Kabupaten Blora menjadi salah satu dari 42 daerah di Indonesia yang melaksanakan piloting project atau proyek percontohan penyajian Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan.
Uji coba tersebut ditinjau langsung oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman bersama Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini di SDN 5 Ngawen, Kabupaten Blora, Senin (5/10/2026).
Dalam penerapan sistem prasmanan, makanan disajikan di aula sekolah sehingga para siswa dapat mengambil sendiri menu makanan sesuai dengan kebutuhan dan porsi masing-masing.
Bupati Blora H. Arief Rohman mengungkapkan rasa syukurnya atas penunjukan Kabupaten Blora sebagai bagian dari proyek percontohan nasional tersebut. Menurutnya, pola penyajian secara prasmanan mendapat sambutan positif dari para siswa.
“Alhamdulillah, dari 42 daerah di seluruh Indonesia, Kabupaten Blora mendapat piloting project Menu MBG yang disajikan secara prasmanan. Makanan disajikan di aula sekolah dan anak-anak bisa mengambil sendiri menu yang mereka inginkan,” ujar Bupati Arief.
Ia menilai, sistem tersebut membuat anak-anak lebih senang dan antusias dibandingkan dengan pembagian paket makanan secara langsung. Dengan mengambil porsi sendiri, makanan diharapkan dapat lebih banyak dihabiskan sehingga mengurangi potensi makanan terbuang.
“Kalau memang ini bagus dan berjalan lancar, tentu akan kita lanjutkan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Blora menjelaskan bahwa penerapan sistem prasmanan menjadi bagian dari evaluasi yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurutnya, kebijakan tersebut merespons masukan masyarakat terkait kelebihan porsi makanan serta adanya laporan mengenai siswa yang mengalami gangguan kesehatan sebelumnya.
“Karena banyak laporan dari masyarakat tentang kelebihan porsi makanan dan adanya siswa yang mengalami gangguan kesehatan, dari BGN saya ditugaskan untuk melakukan uji coba di sekolah, salah satunya di SDN 5 Ngawen ini. Kalau dalam dua minggu pelaksanaan prasmanan ini berhasil, nantinya bisa dilanjutkan ke sekolah-sekolah di seluruh Kabupaten Blora, bahkan bisa menjadi bahan penerapan di seluruh Indonesia,” terang Wabup Sri Setyorini.
Di sisi lain, Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Blora, Artika Diannita, menyatakan bahwa penunjukan SDN 5 Ngawen sebagai lokasi uji coba didasarkan pada Nota Dinas Deputi Sistem Tata dan Kelola BGN Nomor 43 tertanggal 30 September 2026.
“Piloting project MBG prasmanan ini sesuai dengan nota dinas dari Deputi Sistem Tata dan Kelola. Berdasarkan Nota Dinas Nomor 43 tertanggal 30 September 2026, terdapat 42 SPPG di seluruh Indonesia yang melaksanakan MBG dengan sistem prasmanan,” jelas Artika.
Selama masa uji coba, pihak SPPG akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan di lapangan, mencatat tingkat efektivitas, serta melaporkan hasilnya kepada BGN.
Hasil pemantauan tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kebijakan dan pelaksanaan program MBG pada tahap berikutnya.












