ACEH TIMUR, Kamis (13/08) suaraindonesia-news.com – Lembaga Aceh Future mengimbau seluruh lapisan masyarakat Aceh agar tidak mudah terpengaruh dan menyebarkan berbagai isu yang kebenarannya belum jelas. Imbauan tersebut disampaikan sebagai upaya mencegah kesalahpahaman hingga potensi perpecahan di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ketua LSM Aceh Future, Razali Yusuf yang akrab disapa Cek Lie, saat bersiap berangkat menuju Kuta Raja, Banda Aceh, untuk menghadiri undangan Zikir Akbar di Masjid Raya Baiturrahman pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati 20 Tahun Perdamaian Aceh.
“Di tengah kita memperingati 20 tahun Aceh damai, mari kita jaga suasana tetap tenang dan kondusif. Jangan mudah percaya serta menyebarkan informasi yang belum tentu benar keberadaannya,” ujar Cek Lie dalam siaran pers, Kamis (13/8).
Ia mengatakan, belakangan ini masih banyak masyarakat yang menyikapi sejumlah isu yang dinilai belum memiliki dasar yang jelas. Menurutnya, sebagian informasi tersebut hanya bersumber dari media sosial tanpa terlebih dahulu dilakukan verifikasi atau tabayyun.
“Pada hal-hal kecil sekalipun jika terus dipanaskan bisa merusak persatuan yang sudah susah payah kita jaga selama dua dekade ini. Aceh sudah damai, janganlah kita rusak kembali hanya karena isu yang kebenarannya belum terang benderang,” tegasnya.
Cek Lie mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum Zikir Akbar di Masjid Raya Baiturrahman sebagai pengingat bahwa perdamaian yang telah diraih Aceh merupakan anugerah besar yang harus dijaga bersama.
Ia menekankan pentingnya sikap bijaksana, saling menghormati, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“Mari kita isi peringatan 21 Tahun Aceh Damai ini dengan doa, zikir, serta komitmen yang kuat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan di tanah rencong,” pungkasnya.












