ACEH TIMUR, Jumat (31/07) suaraindonesia-news.com – Ratusan warga Gampong Lueng Peut, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, kini mengandalkan sumur bor bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.
Keuchik Gampong Lueng Peut, Masyhur Wahroni, mengatakan kondisi geografis desanya yang berada di kawasan tambak menyebabkan sumber air yang tersedia memiliki kadar garam tinggi sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Di sisi lain, layanan air bersih dari PDAM di wilayah tersebut juga sudah lama tidak berfungsi.
“Kalau tidak ada sumur bor bantuan BNPB ini, warga pasti akan sangat kesulitan dan terpaksa harus membeli air. Saat ini kami sepenuhnya memanfaatkan fasilitas tersebut karena tidak ada sumber lain yang bisa digunakan,” ujar Masyhur kepada awak media, Kamis (30/7/2026).
Untuk mempermudah akses masyarakat terhadap air bersih, Pemerintah Gampong Lueng Peut juga mengalokasikan Dana Desa guna membangun jaringan perpipaan dari sumur bor ke kawasan permukiman warga.
Namun, menurut Masyhur, keterbatasan anggaran membuat pemasangan jaringan pipa baru dapat menjangkau satu dusun. Sementara beberapa dusun lainnya direncanakan akan memperoleh sambungan pada tahun anggaran berikutnya.
“Baru satu dusun yang bisa kami sambungkan pipanya karena anggaran desa tahun ini sangat terbatas. Meski begitu, warga sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PIC BNPB di Aceh Timur atas perhatian dan bantuan yang sangat berarti bagi kelangsungan hidup kami pascabencana,” pungkasnya.
Keberadaan sumur bor bantuan BNPB tersebut dinilai menjadi solusi penting dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air layak konsumsi pascabencana banjir.












