Kadishut Papua Barat : Status Hutan Wosi – Rendani “Open Acses”

oleh -414 views
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, Ir Hendrik Runaweri (Foto : Rizaldy |SI)

MANOKWARI, Kamis (8/2/2019) suaraindonesia.news.com – Menyikapi polemik status hutan Wosi-Rendani yang terbentang di wilayah Distrik Manokwari Barat hingga Distrik Manokwari Selatan yang selama ini diklaim sebagai hutan lindung, mendapat tanggapan dari kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Ir. Hendrik Runaweri.

Ditemui suaraindonesia-news.com di ruang kerjanya, Jumat (8/2/2019), Runaweri menyatakan bahwa, sebelumnya Pemerintah Provinsi Irian Jaya (Sekarang Papua) pernah menerbitkan peta kesepakatan kawasan hutan dan perairan, namun kawasan hutan wosi rendani tidak diakomodir dalam peta tersebut.

Kemudian pada tahun 1999, pemerintah Provinsi Irian Jaya kembali menerbitkan peta penunjukan kawasan hutan dan perairan, namun di dalam peta itu, kawasan hutan wosi rendani tidak juga diakomodir dalam peta bernomor 491 tahun 1999.

Bahkan, lanjut Runaweri, peta terbaru kawasan hutan dan perairan yang saat ini digunakan oleh instansi yang dipimpinnya itu juga tidak mengakomodir kawasan hutan Wosi-Rendani sebagai hutan lindung.

“Jadi Hutan Wosi-Rendani sudah tidak kelihatan lagi di peta itu. apalagi peta terakhir ini, yakni peta perairan dan kawasan hutan dan perairan yang kami gunakan sudah tidak ada. Dalam arti bahwa, status hutan Wosi-Rendani secara hukum tidak ada, jadi disitu daerah open acses,” kata Runaweri.

Meskipun demikian, Runaweri tetap mengimbau masyarakat dan para developer perumahan agar dapat menjaga kelestarian hutan Wosi-Rendani yang berfungsi sebagai kawasan tangkapan air.

Ia juga meminta, masyarakat dan para pengembang perumahan agar melakukan penanaman pohon di kawasan yang dijadikan permukiman warga maupun perkantoran dengan menyediakan ruang terbuka hijau di kawasan itu.

Reporter : Rizaldy
Editor : Amin
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan