ACEH TIMUR, Minggu (5/7) suaraindonesia-news.com – Sebuah sumur minyak yang dikelola secara tradisional di Desa Lhok Leumak, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, terbakar pada Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa tersebut memunculkan asap hitam pekat yang terlihat dari jarak cukup jauh.
Untuk mengendalikan kobaran api, petugas mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran guna mencegah api menjalar ke titik pengeboran lainnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi dan keterangan warga, aktivitas pengeboran minyak tradisional di kawasan tersebut telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Warga menyebut terdapat sekitar 500 titik pengeboran yang dilakukan menggunakan metode tradisional tanpa peralatan keselamatan yang memadai.
Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan produksi minyak dari lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 2.000 drum per hari.
Menurutnya, aktivitas pengeboran tersebut diduga belum memiliki izin usaha pertambangan serta tidak memenuhi kaidah teknis di sektor minyak dan gas maupun standar keselamatan kerja.
“Kami khawatir aktivitas ini berisiko menimbulkan kebakaran atau ledakan yang dapat mengancam keselamatan warga. Selain itu, tumpahan minyak juga dikhawatirkan mencemari aliran sungai, merusak lahan, dan mengganggu sumber air bersih masyarakat,” ujar warga tersebut.
Sementara itu, Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi mengatakan pihaknya telah mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi pengeboran demi menghindari risiko kecelakaan.
Ia juga menyampaikan bahwa jajaran kepolisian telah diterjunkan untuk melakukan pengawasan di sekitar lokasi serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas pengeboran tersebut.
“Kami telah menyampaikan imbauan tegas agar warga menjauh dari lokasi demi keselamatan. Anggota Polsek sudah ditempatkan untuk memantau situasi, dan tim sedang mengidentifikasi pemilik sumur serta legalitas aktivitasnya untuk tindak lanjut lebih lanjut,” ujar AKBP Irwan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai penyebab kebakaran, jumlah korban, maupun besaran kerugian akibat peristiwa tersebut. Aparat kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan dan penanganan di lokasi.












