BOGOR, Sabtu (4/7) suaraindonesia-news.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menjadi pembicara utama pada pembukaan Diklat Pratama se-Indonesia Angkatan I Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Pengawal Kebangsaan (DPP GMPK) yang digelar di Bogor.
Dalam pemaparannya, Nusron mengajak para mahasiswa untuk menanamkan semangat nasionalisme sebagai modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa pada abad ke-21.
Menurutnya, rasa cinta tanah air merupakan fondasi utama dalam membangun bangsa yang kuat dan mampu bersaing di tingkat global.
“Nasionalisme menjadikan bangsa yang kuat,” tegas Nusron Wahid.
Pada kesempatan itu, Nusron menjelaskan terdapat tiga pilar utama yang menjadi penopang kekuatan suatu bangsa di era modern, yakni ketahanan pangan, kemandirian energi, dan penguasaan teknologi.
Meski demikian, ia menilai ketiga pilar tersebut tidak akan dapat diwujudkan tanpa didukung sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kualitas intelektual dan kapasitas yang unggul.
“Perubahan bangsa selalu diawali kebangkitan pemikiran kaum intelektual. Mahasiswa berperan penting menentukan arah kemajuan negara,” ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, Nusron mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk terus memperkuat semangat kebangsaan dan berperan aktif dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat, tetapi mampu mengambil peran sebagai agen perubahan melalui pemikiran, inovasi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.












