KOTA BOGOR, Senin (22/06) suaraindonesia-news.com – Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kota Bogor mulai menghangat. Sejumlah nama kader partai mulai mengemuka dalam bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor untuk periode mendatang.
Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor, Saiful Rahman, menyampaikan bahwa saat ini terdapat sedikitnya empat kader yang disebut siap mengikuti kontestasi pemilihan ketua pada Musda mendatang.
Keempat nama tersebut adalah Naufal Hadi yang saat ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bogor, Heri Cahyono yang merupakan anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi Partai Golkar, Erlangga Pramada selaku Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Bogor, serta Asep Nazarulloh yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kota Bogor.
Menurut Saiful Rahman, masing-masing kandidat memiliki peluang yang sama untuk memperoleh dukungan dari para pemegang hak suara dalam forum Musda. Mereka dinilai memiliki pengalaman organisasi, jaringan kader, serta rekam jejak yang dapat menjadi modal dalam kontestasi internal partai.
“Keempat nama tersebut memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan dukungan dari pemegang hak suara pada Musda mendatang,” ujar Saiful Rahman.
Meski demikian, peta persaingan menuju Musda masih terbuka. Pasalnya, Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor saat ini, M. Rusli Prihatevy, belum menyatakan sikap terkait langkah politik yang akan ditempuh menjelang pelaksanaan Musda.
Menurut Saiful Rahman, terdapat dua kemungkinan yang masih dipertimbangkan oleh Rusli Prihatevy, yakni kembali mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor atau berkiprah di kepengurusan Partai Golkar tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Pak Rusli sampai saat ini belum menentukan sikap. Masih ada kemungkinan beliau maju kembali di Kota Bogor atau memilih berkiprah di kepengurusan tingkat Jawa Barat,” katanya.
Musyawarah Daerah DPD Partai Golkar Kota Bogor dipandang sebagai momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi serta strategi partai menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
Selain menjadi forum pemilihan ketua, Musda juga akan menjadi sarana konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur partai dan meningkatkan soliditas kader di berbagai tingkatan.
Dengan munculnya empat nama kandidat serta belum adanya keputusan dari Rusli Prihatevy terkait langkah politiknya, dinamika menjelang Musda DPD Partai Golkar Kota Bogor diperkirakan akan terus berkembang dan menjadi perhatian kader maupun pemegang hak suara di internal partai.












