GMPK Duga DPMG Aceh Timur Turut Tanda Tangani Laporan Fiktif TAPM

oleh -265 views
Foto : Khaidir, SH, Ketua GMPK Aceh Timur.

ACEH TIMUR, Kamis (15/05/2020) suaraindonesia-news.com – Menanggapi sorotan Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Aceh Timur di suaraindonesia-news.com Senin (11/05) dengan judul “Diduga Malas Masuk Kantor, LAKI Soroti TAPM Aceh Timur”, Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Aceh Timur, Khaidir, SH pertanyakan tindak lanjut pihak terkait seperti Kodinator TAPM Aceh Timur, Kordinator KPW Aceh dan Satker Aceh terhadap TAPM yang jarang masuk kerja.

Menurut Khaidir, bila informasi itu benar selama ini ada TAPM jarang masuk kantor atau malas, kenapa bisa terjadi, padahal menurutnya ada pimpinan nya bisa menegur atau memberikan sanksi.

“Kita menilai Kordinator TAPM tutup mata dan terkesan pembiaran terhadap bawahan nya tak berani bersikap tegas memberikan sanksi jika ada anak buah atau anggota nya yang tak disiplin atau sebalik nya berusaha melindungi mereka, kata khaidir dengan nada heran,” ujar khaidir kepada media ini. Rabu (14/05).

Menurutnya, dalam hal laporan TAPM ada kemungkinan Kadis DPMG menanda tangani laporan fiktif TPAM setiap akhir bulan. Jika DPMG tidak menyetujui dan menadatangani laporan TAPM tak masuk kerja, mustahil mereka bisa mengambil gaji, atau dikenakan sanksi pemotongan gaji.

“Terhadap absensi TPAM patut di audit kebenaran nya,” pinta khaidir.

Lanjutnya, minim nya progres pencairan Dana Desa di Aceh Timur, tak tertutup kemungkinan faktor kinerja buruk sebagian TAPM yang berpengaruh terhadap kinerja jajaran bawah nya seperti Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD).

“Kita minta Kordinator TAPM, KPW Aceh dan SatkerAceh, harus menindak tegas jajaran nya yang tak disiplin apalagi malas bekerja, sukses nya pengelolaan dana Desa sangat berpengaruh pada kinerja pendamping Desa, dalam memberi kan penguatan dan pendampingan terhadap perangkat Desa,” tuturnya.

“Bupati Aceh Timur dalam hal inipun harus memberikan perhatian serius, jika bawahan nya tak becus dan serius dalam bekerja harus di tegur keras atau dibangku panjangkan saja, banyak ASN lain yang berprestasi dan lebih kreatif,” pungkas Khaidir.

Kepala Dinas Pemberdayaan Msyarakat Gampong (DPMG) Aceh Timur Talfiansyah saat diminta tanggapan media ini Kamis (14/05) terkait tudingan GMPK mengatakan, tidak sepenuh nya yang di sorot LAKI dan GNPK itu benar, tapi juga sebagian tidak menampik nya.

“aya tidak sepenuh nya memantau kinerja mereka karena kantor P3MD terpisah di jalan buket itam, jadi kalau melihat laporan disertai foto dokumen serta rekaman, saya evaluasi dan mempertanyakan dulu sebelum saya tanda tangan,” jelas Talfiansyah.

Ia juga menjelaskan, TAPM di Aceh Timur ada 6 orang, tiga TA keaktifan mencapai 80 persen tapi yang tiga lagi antara 40-60 persen.

“Seharusnya semua bisa bekerja secara maksimal,” sebut Talfiansyah.

Cuma kata dia, bidang yang di tangani tiga TA untuk tahun ini banyak yang di hapus terutama program yang mengumpulkan orang banyak.

“Tapi pada prinsip dasarnya seharus nya tingkat kehadiran bisa mencapai 80 persen,” pungkasnya.

Sementara Kordinator TAPM Aceh Timur Muktar saat di konfirmasi melalui WhatsApp tidak memberikan respon, hanya melihat tidak memberikan tanggapan apapun.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *