Dianiaya Warganya, Kades Sapeken Malah Dilaporkan ke Polisi

oleh -264 Dilihat
Foto: Kepala Desa Sapeken, Joni Junaidi saat menggelar jumpa pers di salah satu cafe di Sumenep. (Foto: Sya/SI)

SUMENEP, Jumat (20/05/2022) suaraindonesia-news.com – Kepala Desa (Kades) Sapeken, Kabupaten Sumenep, Joni Junaidi diketahui begitu bijak dalam mengambil keputusan dan tindakan.

Sebabnya, meski Kades Joni didesak untuk melaporkan warga yang diduga menganiaya dirinya. Pihaknya lebih memilih mendinginkan suasana.

Joni mengatakan, hal tersebut ia lakukan tak lain demi menjaga situasi di desa yang dipimpinnya agar tetap kondusif. Juga demi melindungi semua warganya.

“Pelaku warga saya. Sebagai Kades, saya harus melindungi warga walau berbuat aniaya kepada saya,” kata Kades Joni kepada sejumlah wartawan di salah satu cofe di Sumenep. Kamis malam, 19 Mei 2022.

Joni menjelaskan, awal kronologi kasus penganiayaan bermula saat dirinya mengeluarkan Surat Edaran (SE)
tentang Perubahan Jam Akhir Pengoperasian Odong-Odong Angkutan Umum, pada 12 Mei 2022 lalu.

Edaran itu, berupa imbauan jam operasi angkutan umum berupa odong-odong yang semula selesai beroperasi pukul 17.00 WIB dimajukan pada pukul 16.30 WIB.

Surat edaran yang dikeluarkan Pemerintah Desa (Pemdes) Sapeken tersebut bertujuan untuk menjaga kenyamanan masyarakat menjelang waktu magrib tiba.

Pemdes Sapeken bersama stakeholder desa melalui Musyawarah Desa (Musdes) disepakati isi SE batasan operasional odong-odong untuk kebaikan bersama warga Sapeken.

Sebelum imbauan itu diterapkan, Pemdes Sapeken melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada warganya.

Namun sayang, imbauan itu direspon kurang baik oleh Bambang Kuswandi atau Wawan (34), salah satu warga Dusun Ra’as, RT 004/RW 001, Desa Sapeken.

Karena Wawan tak menghiraukan imbauan SE Pemdes Sapeken. Kades Joni melakukan pemanggilan kepada Wawan untuk memberikan arahan.

Saat dilakukan mediasi di Balai Desa Sapeken, Wawan secara lantang menolak SE yang mengatur jam operasional angkutan umum odong-odong tersebut.

“Saat itu kami panggil Wawan ini ke Balai Desa. Wawan bersama empat orang temannya. Tujuannya, untuk memediasi pelanggaran yang telah dilakukan Wawan,” ucap Kades Joni mengungkapkan.

Dalam media itu, Kades Joni mengakui bahwa prosesnya cukup berjalan alot. Lalu cekcok mulut antara dirinya dan Wawan tak terhindarkan.

Seketika itu, Wawan mengeluarkan kata-kata kasar. Wawan yang tak terkontrol berucap membuat Kades Joni jiga tersulut emosi.

Saat bersamaan, Kades Joni menghampiri Wawan untuk menegurnya. Tapi Wawan kian kalap dengan kata-kata sangat kasar.

“Saya pegang krah baju Wawan. Seketika Wawan nonjok muka saya mengenai mata kiri,” kata Kades Joni bercerita.

Melihat Kades Joni dipukul Wawan, Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Desa Sapeken yang malam itu juga ikut media kemudian meleray cekcok tersebut.

Para pendukung Kades Joni pasca media selesai mulai berdatangan menemuinya. Sambil menahan sakit akibat tonjokan Wawan. Kades Joni menemui para pendukung saat Pilkades dulu.

“Waktu saya menemui pendukung. Memar di sekitar kelopak mata terlihat. Saya menemui tamu sambil menahan sakit,” bebernya.

“Para pendukung mendesak saya untuk visum dan melapor perbuatan Wawan. Tapi saya tolak. Bagaimana pun Wawan warga saya. Sebagai Kades saya harus melindungi semua warga,” imbuhnya.

Kades Joni lantas membantah adanya pemberitaan yang terbit di salah satu media online dengan berita adanya pengeroyokan perangkat desa Sapeken kepada Wawan.

“Jadi ada salah satu media online yang memberitakan perangkat Desa Sapeken telah melakukan pengeroyokan kepada Wawan, itu tidaklah benar. Maka dari itu saya melakukan klarifikasi,” jelasnya.

Pihaknya menilai, pemberitaan di media online itu sepihak dan telah mencemarkan nama baiknya. Pemberitaan itu, katanya, tak melakukan konfirmasi untuk menyeimbangkan kasus pemukulan itu.

Selain itu, Kades Joni juga meluruskan beredarnya video pemukulan yang viral di media sosial. Pada video itu kata Kades Joni ada distorsi, sebab video diyakini sudah di edit dan dipotong.

Pasca insiden itu terjadi dan jadi buah bibir warga setempat, Wawan malah membuat laporan polisi ke Mapolsek Sapeken.

Laporan Wawan diterima pada 16 Mei 2022 dengan terbit surat tanda lapor Nomor : STM/11/V/YAN.1.6/2022/SUMENEP/SPKT SAPEKEN, Laporan Polisi Nomor : LP-B/11/V/RES/1.6/2022/SUMENEP/SPKT/SAPEKEN

Meski Kades Joni mejadi terlapor dalam kasus penganiayaan tersebut. Pihaknya enggan melaporkan balik, ia lebih memilih menunggu iktikad baik dari Wawan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Jika dia tetap bertahan dengan kondisi yang ada. Saya akan melaporkan balik Wawan karena telah memukul saya. Tapi ini kan lucu, masak saya sebagai Kades mau memenjarakan warga saya sendiri,” sebutnya.

Di lain sisi, terkait dugaan pencemaran nama baik yang disebar di Facebook bahwa perangkat Pemdes Sapeken telah melakukan pengeroyokan kepada Wawan. Kades Joni membantahnya.

“Jika masih tetap, saya pun akan melaporkan keluarga korban yang telah mencemarkan nama baik saya di akun media sosial Facebook. Buktinya sudah kami kumpulkan,” tegas Kades Joni.

Sementara itu, Rauf, salah satu warga setempat yang juga seorang saksi mengatakan, hadir pada mediasi yang digelar Kades Joni di Balai Desa setempat dengan para sopir odong-odong lainnya.

“Saya melihat sendiri, Kades Joni yang pertama mendorong Wawan. Karena dari itu, Wawan tidak terima dengan tindakan itu dan melakukan perlawanan, namun aparat desa lain malah membantu Kades Joni bukan malah melerai kejadian tersebut,” kata Rauf, seperti dikutip di media Indeksdotcodotid.

Lebih detail Rauf menjelaskan, saat itu Wawan tersungkur dari kursi dan terjatuh. Bahkan, kata Rauf, si Wawan diinjak-injak oleh perangkat desa yang ikut membantu Kades Joni.

Masih kata Rauf, disana sempat terjadi sebuah pengeroyokan yang menyebabkan Wawan mengalami babak belur.

Terpisah, Cici yang merupakan keluarga Wawan mengaku bahwa, saat ini Wawan terbaring lemas di Puskesmas Sapeken. Atas insiden itu, Wawan dirawat di Puskesmas tersebut.

“Wawan masih dirawat di Puskesmas dalam kondisi lemah. Syukur, dia langsung ditangani medis atas kejadian yang menimpanya,” kata Cici, seperti yang dikutip dari Indeksdotcodotid.

Saksi lainnya, Syahrul, salah satu aparat desa setempat membantah, jika Kades Joni telah melakukan penganiayaan terlebih dahulu kepada Wawan.

“Saya juga di lokasi. Saya melihat jika Wawan yang menyerang Kades Joni terlebih dulu, dan Kades Joni membela diri dibantu oleh aparat yang hadir pada kesempatan itu,” kata Syahrul, seperti yang dikutip dari Indeksdotcodotid.

Sayangnya, hingga berita ini dimuat, awak media belum bisa mendapatkan keterangan resmi dari Wawan atas kebenaran kasus viral penganiayaan tersebut.

Reporter : Sya
Editor : Redaksi
Publisher : Ipul

Tinggalkan Balasan