Desa Gugul Tlanakan Pamekasan Penuhi Syarat Jadi Lokasi KIHT, Hasil Survey Unej

oleh -80 views
Agus Wijaya, Kabid Pembinaan dan Perlindungan Disperindag Pamekasan.

PAMEKASAN, Senin (06/07/2021) suaraindonesia-news.com – Hasil survey dari Universitas Jember (UNEJ), calon lokasi pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) yang berlokasi di Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Peta lokasi Desa Gugul dinilai sudah layak dan memenuhi syarat. Sehingga proses pembangunan fisik dari kawasan sekitar 2,5 hektar dari KIHT itu secara bertahap sudah bisa dimulia tahun 2021 ini.

“Desa Gugul sudah memenuhi untuk mejadi kawasan industry. Kami sudah menghubungi Universitas Jember itu kawasan KIHT itu sudah layak untuk dibangun. Tetapi dari pihak Unej Jember masih belum bisa turun kesini karena dalam keadaan gawat covid ini,“ kata Agus Wijaya Kabid Pembinaan dan Perlindungan Disperindag, mendampingi Kadisperindag Achmad Syaifuddin, Senin (6/7/21).

Pemkab Pamekasan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat, tahun ini akan memulai pembangunan fasilitas berupa kantor Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT). Pembangunan tersebut akan didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT).

“Pembangunan KIHT itu bertujuan untuk menarik pabrik pabrik rokok local di Pamekasan khususnya yang yang illegal untuk mendapat pembinaan. Dikawasan KIHT ini selain dibina pengembangan usahanya, perusahaan rokok lokal juga dibina bagaimana memproses perijinanya secara lengkap,” jelasnya.

Pembangunan kawasan KIHT yang strategis, Langkah Pemkab sebelumnya sudah melakukan studi kelayakan lokasi bekerjasama dengan Universitas Jember dan dipresentasikan dihadapan Bupati Pamekasan Badrut Tamam serta pihak  perusahan rokok maupun elemen terkait lainnya.

“Jika kawasan itu sudah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan, kata Agus, tahap pertama untuk tahun 2021 adalah pembangunan pagar dan pemadatan saluran,” tambah Agus Wijaya Kabid Pembinaan dan Perlindungan Disperindag.

Pihaknya memperkirakan dalam beberapa minggu kedepan, pihak Unej Jember akan datang ke Pamekasan untuk memaparkan hasil studi kelayakan kawasan itu dihadapan perusahaan rokok besar yang ada di Pamekassn serta difengar langsung oleh Bupati Pamekasan Badrut Tamam dan beberapa Dinas yang terkait.

“Insya Allah dalam minggu depan ini kalau tidak ada halangan,” tandasnya.

Pihaknya selanjutnya akan melakukan perencanaan dengan membuat pembangunan kawasan itu dengan desain yang baik dan setelah selesai desain akan dilanjutkan untuk pembangunan tahap pertama, yakni berupa pembangunan pagar dan pemadatan.

“Waktu kita yang terbatas karena keadaan covid ini kita juga kegiatan kami akan berkurang, karena keadaan waktu jadi kami akan adakan seperti itu dulu, tapi memang kalau waktu memungkinkan nanti kami akan lanjutkan, kalau waktu masih ada kami akan lanjutkan dengan pembangunan jalan dan saluran,” pungkasnya.

Adanya bangunan kawasan KIHT seluruh pemilik usaha rokok illegal di wilayah Pamekasan bisa menjadi legal. Sementara bagi masyarakat petani tembakau, dengan adanya KIHT ini  produksi tembakaunya nanti akan bisa terserap terbeli oleh perusahaan rokok.(Adv).

Reporter : My
Editor : Editor
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *