Deforestasi Sporadis di Hutan Produksi Ranto Peureulak Ancam Ekosistem Aceh Timur

oleh -168 views
Foto: Ilustrasi google.

ACEH TIMUR, Rabu (19/06) suaraindonesia-news.com – Aktivitas deforestasi yang berlangsung secara sporadis di kawasan Hutan Produksi (HP) Kecamatan Ranto Peureulak menimbulkan ancaman serius terhadap kelangsungan ekosistem hutan di Kabupaten Aceh Timur.

Pembalakan hutan secara serampangan telah berlangsung lama dan dilakukan secara ilegal, merusak ratusan hektar hutan yang penting bagi keseimbangan lingkungan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pengrusakan hutan ini seringkali berdalih sebagai penggarapan lahan, namun kenyataannya pelaku diduga melakukan pembalakan kayu berkelas. Setiap hari, balok kayu berkualitas tinggi diangkut keluar dari kawasan hutan melalui jalan Desa Seumanah Jaya/Krueng Tuwan, menandakan skala aktivitas yang signifikan.

Seorang sumber terpercaya menyebutkan bahwa alat berat seperti buldozer dan eskavator sering terlihat beroperasi di kawasan HP Ranto Peureulak.

“Ada beberapa alat berat yang beroperasi di sana, mereka melakukan pembalakan kayu dan pembersihan lahan,” ujar sumber yang meminta namanya dirahasiakan.

Ia juga menyebutkan bahwa hampir setiap hari, balok kayu diangkut keluar dari kawasan hutan melalui jalur Desa Seumanah Jaya.

“Balok kayunya diangkut dari jalan perkampungan Desa Seumanah Jaya,” tambahnya.

Ketika ditanya mengenai pelaku pengrusakan hutan, sumber tersebut menolak memberikan identitas pelaku.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Merk Jam Tangan Analog Pria Terbaik, Temukan di Blibli!

“Abang cari tahu sendiri saja siapa pelaku atau tokohnya,” ujarnya.

Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Aceh Regional 3 yang berkantor di Kota Langsa, ketika dikonfirmasi, mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas deforestasi di kawasan Ranto Peureulak.

“Pihak kami belum mendapatkan informasi, akan mempelajarinya,” kata Wendi, perwakilan KPH.

Wendi juga menegaskan bahwa setahu pihaknya, tidak ada izin penggarapan lahan di kawasan hutan produksi Ranto Peureulak.

“Di kawasan HP tidak ada pemegang izin garapan lahan,” pungkasnya.

Aktivitas deforestasi ilegal ini memerlukan perhatian serius dari pihak berwenang untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan melindungi ekosistem hutan yang vital bagi kehidupan di Aceh Timur.

Reporter: Masri
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri

Tinggalkan Balasan