ACEH TIMUR, Kamis (27/8) suaraindonesia-news.com – Aktivis perempuan Aceh, Syarifah Mahani Alaydrus, mengimbau masyarakat di Aceh untuk mewaspadai dampak perjudian online yang dinilai dapat merugikan individu maupun keluarga.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam segala bentuk perjudian digital. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak, termasuk persoalan ekonomi keluarga dan potensi terhentinya bantuan sosial pemerintah bagi penerima manfaat yang memenuhi ketentuan penghentian bantuan.
“Segala bentuk tindak kejahatan judi online, secara sadar maupun tidak, akan merugikan diri sendiri dan keluarga. Khususnya bagi penerima manfaat PKH dan bantuan lainnya, jika dalam satu Kartu Keluarga ada anggota yang terlibat judi online, maka bantuan tersebut dapat diputus secara langsung,” tegas Syarifah Mahani Alaydrus, Kamis (27/8/2026).
Menurut Syarifah Mahani, kebijakan tersebut didasarkan pada penilaian bahwa penerima bantuan yang terlibat judi online dianggap memiliki kemampuan ekonomi yang memadai sehingga tidak lagi memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan sosial.
“Jadi, jangan sampai kita berbuat zalim terhadap keluarga sendiri hanya karena judi online. Ingatlah, tidak ada yang bisa menolong ketika bantuan sudah terputus,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan cerdas dalam mengambil keputusan. Syarifah Mahani menilai judi online tidak memberikan solusi bagi persoalan ekonomi, tetapi justru berpotensi menimbulkan kerugian dan berdampak terhadap masa depan keluarga.
“Mulai sekarang, sayangi diri sendiri dan sayangi keluarga. Jangan pernah berharap ada jalan keluar dari judi online. Mari kita bangkit bersama memberantas judi yang merugikan diri sendiri maupun orang-orang terkasih,” serunya.
Selain mengimbau masyarakat, Syarifah Mahani meminta dukungan aparat penegak hukum agar lebih tegas dalam menangani praktik perjudian online yang dinilai semakin menyebar di Aceh.
“Semoga aparat dapat menghapuskan judi yang kini merajalela di Aceh. Jaga bangsa ini agar masa depan generasi penerus tidak hancur karena perjudian,” harapnya.
Syarifah Mahani juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling mengingatkan, baik di lingkungan keluarga maupun tetangga. Menurutnya, upaya pencegahan perlu dilakukan bersama agar masyarakat tidak terjerat perjudian online dan keluarga tidak terdampak akibat perilaku tersebut.
“Sayangi diri sendiri, sayangi keluarga. Bangkit bersama menuju masa depan yang cerah dan bahagia,” pungkasnya.












