ACEH UTARA, Kamis (27/08) suaraindonesia-news.com – Belasan hektar sawah di Kecamatan Langkahan terancam gagal panen, diduga kuat akibat penggunaan benih padi gratis yang pernah disalurkan pemerintah setempat pasca banjir.
Belasan petani dari Gampong Paya Tukai dan Matang Ketapang kecamatan setempat mengeluhkan benih bantuan yang pernah diterimanya bermasalah, kini hektaran sawah meraka yang padinya sedang memutik terkena penytakit.
“Padi kami sekitar sepuluh hektar lebih bermasalah, putik padi menghitam dan kosong, kami pastikan kami akan gagal panen,” ujar Sufri Tuha Peuet (Anggota BPD-red) Matang Keutapang didampingi salah satu kepala dusun Gampong setempat.
Ia menjelaskan, setiap petani yang menggunakan benih bantuan yang belum dikatahui jenisnya itu, bernasib yang sama.
Ditempat terpisah, dalam sebuah dokumentasi video Babinsa, Sertu Syamsuddin di Langkahan, beberapa petani tersebut sedang memperlihat kondisi padi mereka yang tidak setabil. Dalam video tersebut mereka menjelaskan kekecewaan mereka setelah melihat padi mereka bermasalah jelang musim panen dalam waktu dekat ini, menurut petani tersebut, hal itu terjadi setelah menggunakan benih padi yang diserahkan oleh Dinas Pertanian dan digunakan saat masa turun sawah.
“Padinya bercampur, sehingga menyebabkan sebagian padi sudah berbuah, Sebagian lagi sudah memutik dan yang lainnya ada yang tinggi dan ada yang rendah,” ujar Abdul Jabar petani asal Paya Tukai penuyh kecewa seraya menambahkan semua petani yang menggunakan bebih itu bernasib sama.
Mirisnya, Sebagian petani sedang Bersiap-siap memanen, termasuk para petani yang diduga telah menjadi korban benih padi gratis bantuan pemerintah. Hanya saja para petani yang menggunakan benih bantuan memastikan gagal memanen hasil sawah mereka.
Geuchik Matang Keutapang membenarkan kabar tersebut, ia telah menerima keluhan petani terkait beberapa hektar sawah warganya menuai gagal panen.
“Semua petani yang menerima bibit padi bantuan pemerintah gagal panen, saya belum bisa memastikan berapa jumlah hektar, namun warga telah banyak melaporkan hal yang senada,” kata Marzuki Geuchik Matang Keutapang.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Geuchik Paya Tukai, Kamaluddin.
“Banyak warga yang terimbas, termasuk sawah sekdes, mereka semua menggunakan benih padi bantuan pemerintah,” katanya.
Hingga berita ini dilayangkan, wartawan belum mendapatkan pernyataan resmi dari pemerintah.












