KOTA BOGOR, Jumat (28/08) suaraindonesia-news.com – Sekolah swasta dituntut terus meningkatkan kualitas dan daya saing di tengah persaingan lembaga pendidikan yang semakin dinamis. Selain aspek akademik dan fasilitas, peran sekolah juga berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik serta kontribusi terhadap masyarakat.
Kepala Sekolah SD Pertiwi Kota Bogor, Miftahudin, menyampaikan bahwa kepemimpinan sekolah diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara melalui penyelenggaraan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada proses belajar mengajar.
Menurutnya, pendidikan juga memiliki peran dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki sikap hormat dan bakti kepada orang tua maupun guru.
Dalam menghadapi perkembangan modernisasi dan tantangan degradasi moral, Miftahudin mengatakan sekolah menerapkan strategi pembentukan karakter yang terintegrasi dalam berbagai mata pelajaran.
Nilai-nilai seperti kedisiplinan, adab, dan tanggung jawab tidak hanya disampaikan melalui mata pelajaran tertentu, tetapi juga diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Selain pembelajaran di kelas, pembiasaan nilai-nilai keagamaan dan pembentukan karakter dilakukan secara rutin sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Menurut pihak sekolah, pembiasaan tersebut bertujuan menanamkan nilai-nilai positif agar dapat tercermin dalam pola pikir dan perilaku peserta didik.
Dalam upaya menjaga mutu pendidikan sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga pengajar, sekolah juga menerapkan sistem evaluasi yang melibatkan orang tua siswa dan komite sekolah.
Evaluasi dilakukan secara terbuka melalui angket berkala yang memberikan ruang kepada orang tua untuk menyampaikan penilaian terhadap proses pembelajaran, kualitas lingkungan sekolah, serta sarana dan prasarana pendidikan.
Miftahudin menjelaskan, keterlibatan orang tua dan komite sekolah diharapkan dapat menjadi bagian dari evaluasi untuk mendorong perbaikan penyelenggaraan pendidikan.
“Sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan komite dipandang sebagai sarana evaluasi yang konstruktif untuk memajukan lembaga serta memastikan layanan pendidikan berjalan sesuai harapan,” terang Miftahudin.
Di sisi lain, SD Pertiwi Kota Bogor menyatakan berupaya agar penyelenggaraan pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada aspek bisnis. Sekolah berkomitmen agar layanan pendidikan dapat dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.
Untuk mendukung hal tersebut, sekolah membuka ruang musyawarah dan kerja sama dengan orang tua siswa serta pihak yayasan dalam membantu peserta didik yang menghadapi kendala finansial.
Bantuan dan solusi tersebut diberikan agar persoalan biaya tidak menjadi penghalang bagi siswa dalam menyelesaikan pendidikan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah untuk membangun lingkungan pendidikan yang inklusif serta memberikan manfaat bagi peserta didik dan masyarakat.












