exodus
BeritaNewsSosial Budaya

JMSI Sumenep Tanam 1.500 Bibit Mangrove di Pantai Matahari, Dorong Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

×

JMSI Sumenep Tanam 1.500 Bibit Mangrove di Pantai Matahari, Dorong Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Sebarkan artikel ini
IMG 20260828 221114
Foto: JMSI Kabupaten Sumenep menggelar kegiatan lingkungan bertajuk “JMSI Peduli Lingkungan: Pers Menjaga Pesisir untuk Masa Depan Sumenep” di Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Jumat (28/08).

SUMENEP, Jumat (28/8) suaraindonesia-news.com – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep menggelar kegiatan lingkungan bertajuk “JMSI Peduli Lingkungan: Pers Menjaga Pesisir untuk Masa Depan Sumenep” di Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.

Salah satu agenda utama kegiatan tersebut adalah penanaman sebanyak 1.500 bibit mangrove di kawasan pesisir Pantai Matahari. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya JMSI Sumenep untuk mendorong kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pesisir.

Sebelumnya, JMSI Sumenep juga menggelar aksi bersih-bersih pantai dengan melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pengelola Pantai Matahari, serta Pemerintah Desa Lobuk.

Ketua JMSI Sumenep, Supanji, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam kegiatan tersebut, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep yang turut hadir.

Menurut Supanji, penanaman 1.500 bibit mangrove dilakukan secara bertahap sejak sehari sebelum kegiatan utama hingga Jumat (28/8/2026). Pembagian tahapan penanaman tersebut disesuaikan dengan kondisi air laut di kawasan Pantai Matahari yang relatif cepat surut.

“Penanaman 1.500 bibit mangrove kita lakukan secara bertahap mulai dari kemarin sampai hari ini. Kenapa dilakukan bertahap? Karena pada tanggal-tanggal ini waktu surutnya air cukup cepat,” ujar Supanji.

Ia menjelaskan, apabila seluruh bibit ditanam dalam satu waktu, prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Karena itu, penanaman dibagi menjadi dua tahap agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lebih efektif.

Supanji berharap penanaman mangrove tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kawasan pesisir Pantai Matahari.

Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki peran dalam membantu menjaga garis pantai dari ancaman abrasi serta mendukung keberlangsungan ekosistem pesisir.

“Ini merupakan langkah kecil dari teman-teman JMSI, tetapi besar harapan kami semoga memberikan dampak yang besar terhadap lingkungan, utamanya menjaga bibir pantai, menjaga kawasan pesisir dari abrasi dan lain sebagainya,” katanya.

Ia menegaskan, kepedulian terhadap lingkungan diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu kegiatan.

JMSI Sumenep, kata Supanji, berkomitmen menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda yang dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari kepedulian organisasi terhadap lingkungan pesisir maupun kawasan destinasi wisata.

“Sudah menjadi komitmen teman-teman JMSI untuk bagaimana kegiatan seperti ini kita gelar setiap tahun sebagai bentuk langkah nyata JMSI untuk peduli terhadap lingkungan, baik lingkungan pesisir maupun kawasan destinasi wisata,” ungkap Supanji.

Sebagai organisasi yang bergerak di bidang media dan pemberitaan, JMSI Sumenep juga ingin menunjukkan bahwa pers tidak hanya memiliki fungsi menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi dapat turut mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan lingkungan melalui aksi nyata.

Kegiatan penanaman mangrove tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kabupaten Sumenep, DPRD Sumenep, Said Abdullah Institute, Pakoe Original, BPRS Bhakti Sumekar, SKK Migas Jabanusa, HCML, Medco Energi, KEI, Pemerintah Desa Lobuk, pengelola Pantai Matahari Lobuk, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, RSUD Moh. Anwar Sumenep, DRT The Big Family, Djava, PR Bahagia, serta Haswal Group.

Tinggalkan Balasan