exodus
BeritaNewsSosial Budaya

Peduli Lingkungan Pesisir, BPRS Bhakti Sumekar Dukung Gerakan JMSI Sumenep Tanam Mangrove

×

Peduli Lingkungan Pesisir, BPRS Bhakti Sumekar Dukung Gerakan JMSI Sumenep Tanam Mangrove

Sebarkan artikel ini
IMG 20260828 222735
Foto: Pemberian secara simbolis bibit pohon mangrove sebelum melakukan penanaman. (Foto: Zaini/SI).

SUMENEP, Jumat (28/8) suaraindonesia-news.com – Gerakan penghijauan kawasan pesisir melalui penanaman 1.500 bibit mangrove yang digagas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep mendapat apresiasi dari BPRS Bhakti Sumekar.

Kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Wisata Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Penanaman mangrove dinilai menjadi salah satu upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga kawasan pesisir.

BPRS Bhakti Sumekar menilai keterlibatan insan media dalam kegiatan lingkungan memiliki peran penting. Selain menjalankan fungsi jurnalistik, media dinilai dapat turut mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap persoalan lingkungan di sekitarnya.

Penanaman mangrove juga dinilai tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Tanaman mangrove memiliki fungsi ekologis, antara lain membantu menjaga garis pantai, menjadi habitat berbagai biota, serta mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir.

Direktur Kepatuhan BPRS Bhakti Sumekar, RB. Moh. Saleh Hadi Pradipta, mengapresiasi inisiatif JMSI Sumenep yang melibatkan berbagai elemen dalam kegiatan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan penanaman mangrove yang digagas JMSI Sumenep. Ini merupakan kegiatan yang sangat positif karena tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana kita bersama-sama menjaga keberlangsungan alam untuk generasi yang akan datang,” ujarnya, Jumat (28/8/2026).

Menurut Saleh, upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun komunitas lingkungan.

Ia menilai kolaborasi antara media, dunia usaha, masyarakat, dan pemerintah diperlukan agar gerakan penghijauan dapat memberikan dampak yang lebih luas.

BPRS Bhakti Sumekar, lanjut Saleh, mendukung kegiatan yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Gerakan penanaman mangrove yang dilakukan JMSI disebut sejalan dengan upaya membangun kepedulian sekaligus menjaga potensi kawasan pesisir Sumenep.

“Kami tentu mendukung kegiatan seperti ini. Mudah-mudahan penanaman 1.500 pohon mangrove ini bisa terus dirawat dan dikembangkan, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga dalam jangka panjang,” katanya.

Sementara itu, Ketua JMSI Kabupaten Sumenep Supanji mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian insan media terhadap kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pesisir yang menjadi salah satu potensi wilayah Sumenep.

Menurut Supanji, media tidak hanya memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan lingkungan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin JMSI tidak hanya hadir melalui pemberitaan, tetapi juga bisa ikut mengambil peran dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Penanaman mangrove ini menjadi langkah kecil yang kami harapkan bisa memberikan dampak besar untuk lingkungan pesisir Sumenep,” kata Supanji.

Ia berharap 1.500 bibit mangrove yang telah ditanam bersama berbagai pihak dapat dirawat secara berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak hanya diukur dari proses penanaman, tetapi juga dari keberlanjutan pemeliharaan hingga tanaman dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung. Semoga kolaborasi seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi gerakan bersama untuk menjaga lingkungan Sumenep,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan