Tarik Wisatawan, Warga Junrejo Tampilkan Budaya Lokal

oleh -33 views
Warga Junrejo Saat Menampilkan Budaya Lokal

KOTA BATU, Minggu (25/2/2018) suaraindonesia-news.com – Untuk menarik jumlah wisatawan yang datang ke kota Batu, baik lokal mupun nasional, Pemkot Batu dalam hal ini Dinas Pariwisata Kota Batu mulai tahun ini 2018 akan mengembangkan budaya lokal yang ada di 24 desa dan kelurahan di Kota Batu.

Imam Suryono Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparta Kota Batu saat ditemui, Minggu (25/2/2018) mengungkapkan bahwa dengan digelarnya festival Junrejo ini dimaksudkan untuk menarik wisatawan yang datang ke kota Batu, karena budaya lokal yang ada di kota batu belum tentu dimiliki daerah lain.

“Kegiatan festival seni budaya lokal yang ada di junrejo ini adalah bagian dari visi Pemkot Batu, yakni ‘Desa Berdaya Kota Berjaya’ dengan harapan untuk dapat megangkat kebudayaan lokal di masing-masing desa si Kota Batu,” Kata Imam suryono.

Baca Juga: Cegah Peredaran Narkoba, BNN Kota Batu Gandeng Komunitas BHC 

Menurutnya, seni budaya lokal yang ada di kota Batu ini jumlahnya banyak sekali dan perlu digali untuk melestarikan kebudayaan di Kota Batu. Karena masing-masing desa emiliki ciri khas tersendiri.

Selain itu ia juga mengungkapkan bahwa festival disetiap desa itu tidak lain adal untuk pemberdayaan masyarakat. Misalnya, memberikan kesempatan bagi pelaku dan kelompok seni supaya tidak mati suri.

Sementara itu Kepala desa Junrejo Andi Faizal Hasan membenarkan jika festival junrejo itu dimaksudkan untuk mengembangkan dan mempromosikan budaya lokal yang ada di kota Batu.

“Festival budaya ini adalah kali pertama di junrejo, Hal ini dimaksudkan dalam rangka promosi budaya lokal, mulai kuda lumping, bantengan, sanduk, pencak silat. Festival junrejo itu menampilkaan seni budaya lokal, sehingga mereka semua dapat mengekpresikannya,” Kata Andi Faizal.

Lanjut dia, Kedepannya nanti tidak hanya meenampilkan seni budaya yang ada di desa saja, tetapi mereka dapat menampilkan semua potensi yang ada di desa Junrejo, seperti Usaha Menengah kecil dan Mikro (UMKM).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *