Sungai Kotor, Akibat Masyakarat Kurang Sadar Dalam Buang Sampah

Aliran sungai DAM Gambiran, terlihat banyak sampah plastik mengambang.

LUMAJANG, Minggu (9/6/2019) suaraindonesia-news.com – Kesadaran masyarakat akan taat membuang sampah masih dikatakan rendah. Masih banyak mereka yang membuang sampah kedalam selokan, sungai atau tempat lain adalah mereka yang tidak peduli terhadap lingkungan sekitar.

Seperti yang terlihat di sepanjang aliran sungai DAM Gambiran ini. Banyaknya sampah plastik mengambang disitu.

Mereka tidak memikirkan dampak atau akibat yang dapat terjadi apabila mereka terus menerus membuang sampah sembarangan. Jika mereka adalah orang-orang yang bertanggung jawab, mereka akan peduli terhadap lingkungannya dan melakukan berbagai cara agar lingkungan itu tetap terjaga kebersihannya.

Sebenarnya banyak sekali akibat yang dapat terjadi apabila kita terus menerus membuang sampah sembarangan. Akibat tersebut bahkan sering kali dapat merenggut nyawa manusia itu sendiri. Sampah yang dibiarkan menumpuk terus menerus dapat mengganggu pandangan dan hidung kita karena selain baunya yang tidak sedap, juga mengganggu pemandangan.

Apalagi, menurut salah seorang yang melintas disekitaran DAM Gambiran, mengatakan jika sampah yang menumpuk itu juga dapat menyebabkan bibit penyakit.

“Jika sampah itu berdekatan dengan tempat berjualan, maka banyak lalat yang hinggap pada makanan yang dijual tersebut, sehingga akan membuat orang yang membeli makanan tersebut mengalami sakit perut,” kata Achmad.

Dan pada saat hujan turun dengan deras, maka sampah-sampah yang menumpuk didalam selokan akan menyumbat saluran air dan akhirnya terjadi banjir dan apabila saat terjadi banjir besar maka akan banyak orang yang kehilangan harta benda bahkan sampai nyawa mereka sekalipun.

“Sebenarnya mereka itu menyadari semua akibatnya, akan tetapi mereka terus menerus bersikap tidak peduli dapat terbukti saat hujan deras yang menyebabkan banjir,” ungkapnya lagi.

Dari beberapa pengalaman itulah, Plt Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang, Yuli Haris kepada media ini menjelaskan, jika sebagai masyarakat harus lebih bersikap peduli, seperti mengadakan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan atau menyediakan lebih banyak tempat sampah di sekitar lingkungannya masing-masing.

Akan tetapi yang terjadi saat ini adalah masyarakat sering kali membuang sampah ke aliran sungai, dan masyarakat tidak ada yang membersihkan terutama warga lingkungan itu sendiri.

“Memang kita sendiri terkadang malas untuk mencari tempat sampah dan membuang sampah pada tempatnya. Dan seringkali kita malah asal membuang sampah itu ke jalan seperti saat kita naik kendaraan ataupun saat berjalan kaki,” ucapnya.

Oleh karena itu, menurut Yuli, untuk menghindari berbagai akibat yang dapat timbul karena sampah yang dibuang sembarangan, maka seharusnya kita dapat bersikap lebih bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sekitar kita.

“Saya himbau masyarakat lebih peduli terhadap lingkungannya, agar kesehatan akan terjaga jika lingkungannya bersih,” pungkasnya.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Mariska

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here