exodus
Berita UtamaNewsPemerintahan

SPN Polda Kaltim Gandeng Lintas Sektor, Wujudkan Masyarakat Tangguh Siber Lewat Program CRC

×

SPN Polda Kaltim Gandeng Lintas Sektor, Wujudkan Masyarakat Tangguh Siber Lewat Program CRC

Sebarkan artikel ini
IMG 20260724 161830
Foto: Kepala SPN Polda Kaltim Kombes Pol Pepen Supena Wijaya (kanan) bersama Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman dalam silaturahmi membahas terkait program CRC di ruang Kantor Bupati Kutai Kartanegara.

KUTAI KARTANEGARA, Jum’at (24/07) suaraindonesia-news.com – Komitmen besar dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman kejahatan di dunia maya terus diperkuat oleh Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Timur.

Melalui inovasi Program Cyber Resilient Community (CRC), SPN Polda Kaltim aktif merangkul berbagai elemen strategis untuk menciptakan ekosistem digital yang aman dan kondusif.

Program yang diinisiasi langsung oleh Kepala SPN Polda Kaltim, Kombes Pol Pepen Supena Wijaya, ini mendapat respons positif serta dukungan luas.

Kolaborasi ini melibatkan instansi pemerintah, lembaga legislatif, regulator keuangan, dunia akademis, hingga tokoh adat dan daerah di Kalimantan Timur.

Sebagai langkah nyata memperluas implementasi program, Kepala SPN Polda Kaltim melaksanakan serangkaian kegiatan silaturahmi, audiensi, dan studi banding dengan sejumlah pemangku kepentingan (stakeholder), yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut pada 21 hingga 23 Juli 2026.

Beberapa pihak yang dikunjungi antara lain Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Universitas Mulawarman (Unmul), dan Universitas Balikpapan (Uniba).

Selain itu, koordinasi juga dijalin dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kaltim, Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Sultan H. Adji Muhammad Arifin, serta jajaran Kelurahan Damai Bahagia Kota Balikpapan.

Kombes Pol Pepen Supena Wijaya menjelaskan bahwa Cyber Resilient Community dirancang khusus untuk mendongkrak literasi digital masyarakat.

Program ini berfokus pada penguatan kesadaran keamanan siber agar masyarakat mampu mengenali, mencegah, dan merespons kejahatan digital, seperti penipuan daring (online scam) maupun kejahatan finansial berbasis teknologi.

“Keberhasilan membangun ketahanan siber tidak dapat dilakukan oleh institusi kepolisian semata. Ini adalah gerakan bersama yang membutuhkan kolaborasi aktif dari pemerintah, akademisi, regulator, dunia usaha, hingga masyarakat jelata. Dengan keterlibatan seluruh stakeholder, kami optimistis masyarakat Kaltim akan semakin siap menghadapi tantangan era digital,” ujar Kombes Pol Pepen dalam keterangan resminya pada Jum’at, (24/7).

Ia menambahkan bahwa komitmen dari Pemkab Kutai Kartanegara dan DPRD Provinsi Kaltim dinilai sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang adaptif terhadap teknologi sekaligus terlindungi di ruang siber.

Sementara itu, kerja sama dengan Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan, dan OJK Kaltim diproyeksikan mampu memperkaya bobot program.

Sektor akademis dan regulator ini akan menyokong CRC melalui riset ilmiah, penyusunan materi edukasi, pelatihan, pengabdian masyarakat, hingga sosialisasi keamanan transaksi digital dan perlindungan sektor jasa keuangan.

Di sisi lain, dukungan dari tokoh daerah seperti Wakil Wali Kota Balikpapan dan Sultan Kutai Kartanegara XXI menjadi modal sosial yang krusial. Kehadiran para tokoh ini diharapkan mampu menggerakkan partisipasi akar rumput secara masif agar lebih waspada terhadap modus kejahatan siber yang terus bermutasi.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, menegaskan bahwa langkah strategis yang diambil SPN Polda Kaltim merupakan fondasi penting dalam menghadapi transformasi digital yang bergerak cepat.

“Keamanan siber saat ini sudah menjadi tanggung jawab bersama. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, legislatif, akademisi, dan tokoh masyarakat adalah kunci utama untuk membentengi masyarakat dari ancaman digital,” kata Kombes Pol Tedy.

Ia menambahkan, CRC bukan sekadar program edukasi musiman, melainkan gerakan kolaboratif berkelanjutan untuk membangun budaya sadar siber (cyber awareness culture).

“Melalui kolaborasi yang erat ini, kita berharap Program Cyber Resilient Community mampu menjadi role model nasional dalam penguatan ketahanan siber berbasis komunitas. Semakin tinggi literasi digital masyarakat, semakin kuat pula kemampuan kita dalam mencegah kejahatan siber demi mewujudkan ruang digital yang aman, produktif, dan mendukung pembangunan nasional,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan