SAMPANG, Kamis (9/7) suaraindonesia-news.com – Sisrem Penerimaan Murid Baru (SPMB), yang sudah berakhir 3 Juli, namun menyisakan kesedihan tersendiri bagi Kepala Sekolah SDN Margantoko 1 Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, karena pada tahun ajaran baru 2026/2027 hanya mendapat 3 murid baru.
Kenyataan ini cukup wajar, karena sudah 3 tahun lebih semua ruang kelas SDN Margantoko 1 mengalami rusak berat. Bahkan, ada yang sudah ambruk. Sehingga, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) murid kelas 1 dan 4 dijadikan satu di ruang perpustakaan yang masih bisa terpakai.
Sementara murid kelas 5 dan 6 kegiatan belajar mengajarnya terpaksa menempati ruang kelas yang kondisinya sudah rusak berat. Karena sudah tidak ada ruangan lagi. Sehingga, masyarakat enggan dan tidak mau menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.
“Masyarakat tidak mau menyekolahkan anaknya di SDN Margantoko 1, karena melihat kondisi gedung sekolah yang rusak berat. Mereka tidak ingin anaknya jadi korban jika ruang kelasnya ambruk saat kegiatan belajar mengajar,” terang Kepsek SDN Margantoko 1 Suranta.
Dikatakan, melihat kejyataan ini ia sangat prihatin dan sedih, karena kondisi gedung sekolah rusak berat ini sudah berlangsung selama 3 tahun lebih. Sehingga, setiap tahun ajaran baru selalu dapat murid sedikit.
“Sebelum gedung SDN Margantoko 1 rusak berat, setiap tahun ajaran baru melalui SPMB, murid baru yang bersekolah disini cukup lumayan sampai 15 anak,” jelasnya.
“Saya setiap tahun melalui dapodik selalu melaporkan dan minta bantuan rehab berat untuk gedung SDN Margantoko 1, informasi yang diterima alhamdulillah tahun ini, dapat bantuan rehab berat dua lokal,” imbuhnya.












