Sisa Anggaran Proyek DAK Belum Terbayar, Sejumlah Rekanan Desak Pemkab

Plt Kepala Badan Keuangan Kabupatem Abdya Muhammad Nizam.

ABDYA ACEH, Selasa (4 Juli 2017) suaraindonesia-news.com – Sejumlah rekanan pekerjaan proyek sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 mendesak pihak pemkab Aceh Barat Daya (Abdya) segera cairkan dana sisa proyek, ironisnya realisasi pekerjaan sudah mencapai 100 persen, hingga memasuki bulan ke 7 dana keseluruhan dari 7 instansi yang mencapai 28 Miliar lebih tersebut belum ada tanda-tanda pencairan.

Hal itu diungkapkan salah seorang rekanan yang tidak bersedia namanya dipublikasikan di media ini.

Ia juga mengatakan, hingga saat ini pencairan dana sisa proyek DAK 2016 masih tersendat, padahal kata dia realisasi pekerjaan sudah 100 persen, bahkan bangunan yang dikerjakan sudah dapat difungsikan.

“Sudah 7 bulan lebih, dana sisa proyek DAK belum di cairkan, dan hanya dijanji-janjikan saja oleh pihak Pemkab, sedangkan kami pasang badan untuk pembayaran pekerjaan proyek hingga selesai,” jelas sumber pada media ini dengan penuh kekecewaan.

Ia mengakui, sejauh ini ia bersama rekanan lainnya pernah mempertanyakan dan mencari solusi tentang pencairan dana tersebut, baik dari pihak intansi hingga kepihak DPRK setempat, namun belum juga ada jawaban yang pasti.

“Sudah kami pertanyakan ke Badan Keuangan Kabupaten (BKK) hingga dengan pihak DPRK Abdya untuk mendesak mencairan dana tersebut bisa secepatnya,” ungkap Sumber.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Keuangan Kabupatem Abdya Muhammad Nizam menjelaskan, terkait belum dicairnya dana sisa DAK 2016 oleh pihak Pemkab, sejauh ini pihaknya sudah melakukan konsiliasi dengan Kementrian Keuangan RI dan sudah dimasukkan sejumlah kekurangan yang belum terbayar kepada pihak rekanan pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017.

“Sisa proyek Dana Alokasi Khusu (DAK)2016 yang belum terbayarkan berjumlah sekitar Rp28 miliar lebih yang tersebar pada sejumlah intansi di Kabupaten setempat, sudah dimasukan pada anggaran APBN-P 2017,” sebut Nizam.

Diakui Nizam, dari sekian jumlah paket pekerjaan yang tersebar di beberapa intansi dengan Total sisa anggaran Proyek DAK yang telah selesai dikerjakan pada 100 persen tahun 2016 dan belum terbayarkan pada pihak rekanan sekitar Rp28 miliar lebih.

“Ini disebabkan oleh pemerintah pusat yang tidak mentransfer dana ke daerah,” ujar Nizam.

Plt BKK Abdya Muhammad Nizam telah bersama dengan Sekretaris Daerah Kabupaten (Setdakab) Drs Thamrin telah mendatangi Kementerian Keuangan di Jakarta untuk mempertanyakan sisa DAK tersebut sebulan yang lalu.

“Kita sudah diundang oleh pihak Kementerian Keuangan untuk rekonsiliasi, Kurangnya terbayar sisa anggaran DAK 2016,  semua yang dibutuhkan pihak kementrian keuangan sudah kita lengkapi termasuk berita acara serah terima pekerjaan dan semua itu sudah kita serahkan, Kita juga berharap kepada pihak rekanan untuk bersabar karena ABPB-P dalam tahap pembahasan,” Pinta Nizam.(Nazli Md)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here