BLORA, Kamis (05/11) suaraindonesia-news.com – Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora bersama para petani mitra menyatakan komitmennya mendukung rencana pengoperasian kembali PT Gendhis Multi Manis (PT GMM). Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas Kemitraan dan Prioritas Pasokan Tebu di Rumah Dinas Bupati Blora, Rabu (4/11/2026).
Penandatanganan pakta integritas dilakukan oleh Direktur Utama PT GMM, Benhur Ngkaimi, bersama Ketua APTRI Blora, Drs. H. Sunoto, serta perwakilan petani mitra. Kegiatan tersebut disaksikan Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, Wakil Bupati Blora, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Blora, serta Kepala DP4 Blora.
Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi kesiapan para petani tebu yang menyatakan kesediaannya memasok bahan baku untuk mendukung operasional PT GMM.
Ia berharap kesepakatan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan sekaligus memperkuat upaya meyakinkan pemerintah pusat, Kementerian Pertanian, Perum Bulog, dan Badan Pengelola (BP) BUMN agar segera melakukan perbaikan terhadap PT GMM sehingga perusahaan tersebut dapat kembali beroperasi.
“Hari ini saya bersama Wakil Bupati dan jajaran Forkopimda mendampingi Pak Dirut GMM Bulog serta perwakilan petani Blora. Kita berkomitmen mendukung agar PT GMM Bulog segera diperbaiki oleh BUMN,” ujar Arief Rohman usai kegiatan.
Menurut Bupati, kesiapan petani dalam memenuhi kebutuhan bahan baku menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung keberlangsungan operasional pabrik gula tersebut.
Para petani Blora menyatakan kesanggupan memasok tebu dengan target sekitar 3.500 ton atau lebih setiap hari, menyesuaikan kebutuhan operasional dan kapasitas penggilingan pabrik.
Dukungan juga disampaikan Suhadi, salah satu perwakilan petani mitra asal Kecamatan Todanan. Ia menyambut positif penandatanganan pakta integritas tersebut dan berharap langkah ini dapat menjadi awal kebangkitan sektor pertanian tebu di Kabupaten Blora.
“Kami mohon Bapak Bupati supaya terus memperjuangkan petani Blora, terutama petani tebu agar bangkit kembali. Untuk kesediaan mengirim ke GMM, kami sangat siap sekali,” ungkap Suhadi.
Berdasarkan kesepakatan dalam pakta integritas, komitmen awal pasokan tebu dari APTRI kepada PT GMM untuk Musim Giling 2027 ditetapkan sekurang-kurangnya sebanyak 525.381 ton. Pasokan tersebut berasal dari lahan perkebunan tebu seluas 8.508 hektare.
Jumlah tersebut diproyeksikan untuk mendukung kapasitas penggilingan secara bertahap pada kisaran 3.500 hingga 3.800 ton tebu per hari (TCD).
Sementara itu, PT GMM menyatakan komitmennya untuk mempersiapkan keandalan fasilitas pabrik agar proses penggilingan dapat berlangsung secara aman, stabil, dan transparan.
Perusahaan juga berkomitmen menyampaikan informasi mengenai rencana musim giling, jadwal tebang, serta kebutuhan pasokan tebu secara terbuka kepada petani mitra.
Melalui kesepakatan tersebut, kedua pihak diharapkan dapat membangun pola kemitraan yang saling menguntungkan, memberikan kepastian penyerapan hasil panen petani, serta mendukung keberlanjutan industri gula di Kabupaten Blora.
Komitmen pasokan tersebut selanjutnya menjadi salah satu dasar persiapan operasional PT GMM dalam menghadapi Musim Giling 2027.












