Proyek Rp. 600 Juta Timbulkan Bau dan Jadi Sarang Nyamuk

Warga yang menunjukan saluran airnya

LUMAJANG, Rabu (12/6/2019) suaraindonesia-news.com – Proyek senilai Rp. 600 juta lebih timbulkan bau dan menjadi sarang nyamuk. Hal ini sudah dikeluhkan warga RT/RW: 04/15 Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur di Perumahan Tukum Indah Blok E-01-E09.

Menurut Samsuri, warga yang rumahnya persis di samping saluran air bau dan menjadi sarang nyamuk tersebut, mengatakan kalau ini program akal-akal pemerintah saja.

“Masak membuat saluran seperti ini tidak dibuat mengalir, malah ditandon sebagai sarang nyamuk dan timbulkan bau yang tak sedap,” ujarnya saat ditemui wartawan.

Sam sendiri selalu merasa malu jika ada tamu yang berkunjung ke rumahnya, sebab bau menyengat dan nyamuk menyambar kesana kemari.

“Harusnya, saluran ini diteruskan dan disambung ke saluran sebelah utara, hingga bisa mengalir,” ucapnya lagi.

Belum lagi, kata Sam, keluhan dari warga yang akan berangkat sholat Subuh di Masjid, selalu sambat kalau lewat sebelah rumah selalu bilang “baunya mas”.

Dari hasil konfirmasi awak media ke Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kabupaten Lumajang, diketahui jika pekerjaan itu adalah program pengembangan perumahan fasilitas pembangunan prasarana dan sarana dasar pemukiman utilitas perumahan (PSU) pembangunan jalan lingkungan perumahan Tukum Indah, yang dikerjakan pada 23 Agustus – 20 Nopember 2018 lalu oleh CV Fast Lumajang dengan Konsultan Pengawas dari CV Global Konsultan dengan menggunakan dana APBD Kabupaten Lumajang Tahun 2018.

Namun hal itu sangat disayangkan jika menyebabkan suatu persoalan di masyarakat seperti saat ini.

Dari penuturan Plt Kepala DPKP Kabupaten Lumajang, Nugroho Dwi Atmoko kepada media ini mengatakan kalau pihaknya akan berkoordinasi dengan Kabid Perumahan DPKP Kabupaten Lumajang, Bagong dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang.

Namun Plt Kepala DLH Kabupaten Lumajang menyampaikan kepada media ini jika pihaknya tidak mengutusi saluran air yang posisinya berada di lokasi perumahan.

“Kalau di wilayah perumahan ya tanggungjawab warga sendiri. Sebab yang kita tangani di drainase perkotaan alias di tepi jalan umum,” jelas Plt Kepala DLH Kabupaten Lumajang, Yuli Haris kepada media ini.

Sejak kemarin Kabid Perumahan DPKP Kabupaten Lumajang, Bagong tidak menjawab pertanyaan yang diajukan awak media terkait persoalan ini.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Dewi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here