Java Balloon Festival Pekalongan 2019, Ganjar: Tetap Jaga Keselamatan Penerbangan

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menghadiri Java Balloon Festival Pekalongan 2019 di Stadion Hoegeng, Kota Pekalongan, Rabu (12/6/2019) pagi.

PEKALONGAN, Rabu (12/6/2019) suaraindonesia-news.com – Java Balloon Festival Pekalongan 2019 akhirnya digelar di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan, Rabu (12/6) pagi. Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dan Airnav Indonesia ini diikuti 107 peserta dari berbagai daerah di Kota dan Kabupaten Pekalongan, serta Kabupaten Batang. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga turut hadir dalam kegiatan ini. Antusiasme masyarakat Kota Pekalongan cukup baik dalam menyambut kegiatan ini.

Direktur Utama, Dirut Airnav Indonesia, Novi Riyanto menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Pekalongan dan masyarakat Pekalongan sendiri karena sudah mau menyelenggarakan festival ini. Ia juga menambahkan, dalam meneruskan tradisi yang turun munurun juga harus memperhatikan keselamatan orang lain, dalam hal ini penerbangan pesawat.

“Kecepatan pesawat yang mencapai 700-800 km/jam jika menabrak balon itu akan sangat berbahaya,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga turut serta larut dalam kegiatan itu. Menurutnya Java Balloon Festival ini tidak hanya diadakan di Pekalongan, tapi di daerah lain termasuk termasuk Wonosobo.

“Pekalongan ini menjadi yang ketiga mengadakan Java Balloon Festival, setelah kemarin di Wonosobo,” jelas Ganjar.
Pihaknya sangat mendukung kegiatan ini dan akan memberikan fasilitas kepada para pegiat kreatif balon, tetapi dengan syarat harus ditambatkan, atau tidak terbang bebas di udara.

“Saya perjalanan kesini tadi lihat masih ada yang menerbangkan balon. Padahal itu membahayakan penerbangan,” tambahnya.

Ia tak melarang tradisi balon, bahkan Ganjar sepakat agar tradisi itu tetap dijalankan, asal tidak mengganggu keselamatan penerbangan.

“Silakan lestarikan tradisi, kami akan fasilitasi, dan tetal jaga keselamatan penerbangan,” tandasnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kota Pekalongan, Slamet Prihantono juga menyebut lalu lintas udara di Jawa ini tergolong cukup padat. Oleh karenanya, ia berpesan agar masyarakat tidak lagi menerbangkan balon ke udara, alias harus ditambatkan dengan tali.

“Diatas awan Pekalongan ini lalu lintas penerbangan cukup padat,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu peserta dari Tim Lempayung Simbang Wetan Gang 1 Pekalongan, Adli mengatakan untuk membuat balon itu membutuhkan waktu dua minggu.

“Kita buatnya dua minggu, bahannya dari kertas minyak dan bahan bakarnya dari kain perca yang dibakar,” pungkasnya.

Reporter : Arsyad
Editor : Amin
Publisher : Dewi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here