exodus
BeritaHukumNewsPendidikan

Datangi Polres Pamekasan, Siswa SMK Kesehatan Nusantara Cari Kepastian

×

Datangi Polres Pamekasan, Siswa SMK Kesehatan Nusantara Cari Kepastian

Sebarkan artikel ini
IMG 20260622 204714
Foto: Salah satu siswi SMK Kesehatan saat diwawancarai Wartawan.

PAMEKASAN, Senin (22/06) suaraindonesia-news.com – Polemik penyegelan SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan yang masih berlangsung berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar para siswa. Di tengah proses yang masih berjalan, para peserta didik berharap hak mereka untuk memperoleh pendidikan dapat kembali berjalan normal.

Sejak penyegelan dilakukan, aktivitas pembelajaran di SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan mengalami penyesuaian. Para siswa menjalani pembelajaran secara daring, sementara sebagian besar siswa, khususnya dari jurusan kesehatan, membutuhkan fasilitas laboratorium dan praktik sebagai bagian penting dalam proses pendidikan.

Pada Senin (22/06/2026), sejumlah siswa mendatangi Polres Pamekasan untuk menyampaikan harapan agar sekolah mereka dapat kembali beroperasi sehingga proses belajar mengajar berlangsung sebagaimana mestinya.

Salah satu siswi, Nayla, mengaku berharap adanya kepastian terkait keberlangsungan pendidikan para siswa.

“Kami menunggu dari siang sampai sore karena berharap ada solusi. Kami masih membutuhkan sekolah. Kami membutuhkan laboratorium untuk praktik. Kami hanya ingin belajar seperti biasa,” ujarnya.

Bagi siswa sekolah kesehatan, laboratorium menjadi sarana penting untuk mempelajari keterampilan dasar keperawatan, memahami prosedur pelayanan kesehatan, serta mempersiapkan diri menghadapi praktik kerja lapangan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Karena itu, terganggunya akses terhadap fasilitas pendidikan dinilai berpengaruh tidak hanya terhadap proses pembelajaran saat ini, tetapi juga terhadap persiapan siswa menghadapi dunia kerja di masa mendatang.

Sementara itu, Polres Pamekasan terus melakukan pendalaman terkait polemik penyegelan gedung SMK Kesehatan Nusantara. Proses tersebut dilakukan melalui klarifikasi terhadap sejumlah pihak guna memperoleh informasi dan fakta yang berkaitan dengan pengaduan yang diterima.

Kasi Humas Polres Pamekasan, IPDA Yoni Evan Pratama, menjelaskan bahwa agenda yang dilaksanakan pada hari tersebut merupakan bagian dari proses klarifikasi terhadap pihak yang mengaku memiliki sertifikat atas objek tanah yang menjadi bagian dari polemik.

Menurutnya, proses selanjutnya masih akan berlanjut melalui pemeriksaan pihak-pihak terkait, pendalaman substansi pengaduan, pengumpulan fakta, serta upaya mediasi untuk mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.

Di tengah berlangsungnya proses tersebut, berbagai kalangan berharap kepentingan peserta didik tetap menjadi perhatian utama. Pendidikan dinilai sebagai hak dasar yang harus tetap terlindungi meskipun terdapat persoalan hukum atau administrasi yang sedang berlangsung.

Para siswa sendiri menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam sengketa yang terjadi. Mereka berharap proses penyelesaian persoalan dapat dilakukan tanpa mengorbankan hak belajar yang selama ini mereka jalani.

Di sisi lain, kuasa hukum pihak yang mengklaim kepemilikan tanah menyampaikan bahwa persoalan pendidikan merupakan tanggung jawab penyelenggara pendidikan. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari pandangan salah satu pihak dalam polemik yang sedang berlangsung.

Sementara itu, Yayasan Kunci Ilmu selaku penyelenggara pendidikan menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah memastikan hak belajar para siswa tetap terlindungi. Yayasan berharap seluruh pihak dapat mengedepankan kepentingan pendidikan dan tidak menjadikan peserta didik sebagai pihak yang menanggung dampak dari sengketa yang masih berproses.

Sejumlah pengamat pendidikan juga menilai bahwa dalam setiap persoalan yang berkaitan dengan aset pendidikan, kepentingan siswa harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Pendidikan merupakan hak yang dijamin oleh negara dan keberlangsungannya perlu mendapat perlindungan dari semua pihak.

Hingga berita ini ditulis, para siswa SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan masih menantikan langkah konkret dari pihak-pihak terkait agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. Mereka berharap penyelesaian polemik yang berlangsung dapat dilakukan dengan tetap mengedepankan hak pendidikan peserta didik sebagai kepentingan utama.