Pemuda Montorna Lapor ke Kejari Sumenep Tentang Dugaan Penggelapan Rastra

oleh -8 views
Forum Masyarakat dan Pemuda Montorna saat menyerahkan berkas laporannya ke kejari Sumenep.

SUMENEP, Senin (19/8/2019) suaraindonesia-news.com — Nor Hedi Kepala Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi dilaporkan aliansi pemuda Montorna ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep atas dugaan penggelapan Rastra (Beras Sejahtera) sejak 2015 – 2017.

Mereka melaporkan dugaan penyimpangan bantuan beras untuk warga miskin tahun 2015-2017. Selama tiga tahun bantuan beras bersubsidi yang saat ini berubah nama menjadi bantuan untuk keluarga sejahtera (Rastra) disinyalir tidak terdistribusi sebagaimana aturan pemerintah.

Menurut pelapor yang mengatasnamakan Forum Masyarakat dan Pemuda Montorna Imamuddin menjelaskan bahwa rastra yang tidak terdistribusi selama tiga tahun ini sudah diterima oleh kejari Sumenep.

“Alhamdulillah laporan kami telah diterima oleh Kejaksaan Negeri Sumenep,” kata Imamuddin, salah satu pemuda asal kabupaten Sumenep saat ditemui di Kejari.

Berkas laporan itu berisikan beberapa dokumen penting. Salah satunya berisi surat pernyataan salah satu warga yang masuk dalam Daftar Penerima Manfaat (DPM) yang mengaku tidak pernah menerima bantuan Rastra tersebut.

“Ada sekitar 543 DPM di Desa Montorna, yang rata – rata tidak menerima utuh selama satu tahun, ada yang menerima dua kali dalam setahun,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa pendistribusian dilakukan dengan cara dibagi rata sehingga DPM tidak menerima dengan utuh.

“Karena saat didistribusikan sudah tidak lagi dengan sak “bulog” melainkan sudah dibungkus dengan plastik warna hitam yang berisi sekitar 3-4 Kg,” imbuhnya.

Dia berharap kejari serius dalam menangani kasus ini.

“Jika ada bukti bukti yang kurang kami siap untuk melengkapinya,” tuturnya.

Sementara Kasi Intel Kejari Sumenep Novan Bernadi belum bisa dimintai keterangan. Sebab mantan Kasi Pidum Kejari Klaten itu sedang tidak menjalankan tugas ada di luar kantor.

“Kasi intel masih ada diluar,” kata Hendri Kadarisman, salah satu pegawai Kejari Sumenep pada Media.

Reporter : Halis
Editor : Amin
Publisher : Mariska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *