Kurangi Potensi Meningkatnya Covid-19, Wali Kota Probolinggo Sebutkan Tiga Poin Harus Disikapi

oleh -407 views
Suasana audensi bersama forum silaturahmi Kamtibmas di Aula Mapolres Probolinggo Kota, Senin (23/11).

PROBOLINGGO, Selasa (24/11/2020) suaraindonesia-news.com – Dikarenakan Covid-19 di bulan November 2020 ini terjadi peningkatan, Wali Kota Probolinggo, Jawa Timur, Hadi Zainal Abidin akan membuat surat keputusan bersama untuk mengurangi potensi meningkatnya Covid-19 di wilayahnya.

Untuk itu Wali Kota Hadi Zainal Abidin bersama dengan Kapolres Probolinggo Kota AKBP RM Jauhari dan Kodim 0820 menggelar audensi bersama forum silturahmi Kamtibmas.

Audensi ini digelar dalam upaya menyamakan sudut pandang tiga pilar untuk menyikapi meningkatnya Covid-19 pasca liburan.

“Karena sudah ada peringatan, pusat kegiatan yang melibatkan kerumunan massa jika dilanggar akan kena sanksi. Nanti kami akan membuat surat keputusan bersama, semacam panduan untuk kita lakukan bersama mengingat kondisi perkembangan Covid- 19 yang semakin meningkat,” kata Wali Kota Hadi Zainal Abidin saat gelar audensi forum silaturahmi Kamtibmas di Aula Mapolres Probolinggo Kota, Senin (23/11) malam.

Audensi yang diikuti oleh para Camat, Lurah, Babinkamtibmas serta dihadiri oleh Kapolres Probolinggo Kota AKBP RM Jauhari, Perwakilan Kodim 0820 Probolinggo dan Kepala Sat Pol PP Kota Probolinggo Agus Efendy, Wali kota yang lebih akrab disapa dengan sebutan Habib Hadi itu menyebutkan, pada Oktober lalu pasien Covid-19 tinggal 4 orang, namun sekarang sudah mencapai angka 50 lebih.

“Ini yang harus kita antisipasi, melonjaknya Covid-19 ini terjadi setelah liburan beberapa waktu lalu,” sebutnya.

Untuk mengurangi potensi meningkatnya Covid-19, Habib Hadi pun menyampaikan sejumlah poin.

Poin pertama; Kerumunan massa seperti Pasar Minggu Alun-alun di satu sisi berdampak ekonomi tetapi juga menjadi sorotan. Namun ia tak mau gegabah, harus ada solusi di wilayah masing-masing dengan prinsip satu kata (kebijakan) untuk kebaikan masyarakat. Sebab, ia tidak mau masyarakat lengah dan teledor dalam menerapkan protokol kesehatan.

Poin kedua; Babinkamtibmas bersama lurah dan camat diminta mengamati wilayah yang menjadi akses jalan dari luar ke Kota Probolinggo. Misalnya, mengambil langkah cepat dengan sistem buka tutup supaya masyarakat tidak berkerumun.

Poin ketiga; Membangkitkan kembali kampung tangguh menjadi wilayah yang disiplin mentaati protokol kesehatan. Dan yang terakhir, masyarakat Kota Probolinggo yang selesai berlibur langsung menjalani rapid test.

“Poin-pon ini untuk mengurangi potensi yang kita hadapi. Bagaimana caranya, maka kita harus mencari solusinya bersama,” ujar Habib Hadi dihadapan Camat, Lurah dan babinkamtibmas.

Sementara Kapolres Probolinggo Kota AKBP RM Jauhari membenarkan bahwa kegiatan yang mengundang massa dan sudah diberikan izin harus betul-betul dilihat dampaknya.

“Camat, lurah dan polsek rapatkan barisan. Buat surat penolakan (bila ada kegiatan melibatkan kerumunan massa) bahwa dalam masa pandemi tidak diperbolehkan. Itu menjadi dasar, nanti saat hari H dan sesudahnya dicek,” ungkap AKBP RM Jauhari.

Ia pun menegaskan, lebih baik melakukan upaya, langkah-langkah dari pada dibiarkan begitu saja.

“Tapi, upaya itu tidak konyol. Tidak diluar SOP (standar operasional prosedur),” tegas mantan Kapolsek Metro Tanah Abang itu.

RM Jauhari juga sebutkan, tiga pilar harus bisa menilai karakter di masyarakatnya agar tidak kecolongan.

“Ada pasar tumpah, jualan atau tempat bermain malam mingguan, tempat makan, kafe live musik dibatasi. Nanti akan dibahas untuk meminimalisir kerumunan yang ada,” tandas RM Jauhari yang berpesan agar mengedepankan penertiban yang humanis, serta berdasarkan pergub atau perda.

Reporter : Singgih Widjanarko
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *