Gas Melon Langka dan Harga Melambung di Grobogan, Pertamina Terkesan Tutup Mata

oleh -166 views
Foto: Disperindag bersama Pertamina Jateng melakukan sidak di salah satu pangkalan gas melon di wilayah Kecamatan Karangrayung - Grobogan.

GROBOGAN, Jumat (26/04/2024) suaraindonesia-news.com – Pertamina Jawa Tengah terkesan tutup mata atas kelangkaan dan melambungnya harga gas elpiji 3 kilogram (gas melon) yang terjadi di wilayah Kabupaten Grobogan, beberapa minggu terakhir.

Hal itu diungkapkan pemerhati sosial dan kebijakan publik setempat, Bambang Sumadi, menanggapi keadaan yang dinilai sangat memberatkan konsumen pengguna.

“Beberapa minggu terakhir gas elpiji 3 kilogram terjadi kelangkaan. Berakibat konsumen sulit mendapatkan. Kalaupun ada, pihak pangkalan memberikan harga melebihi HET (Harga Eceran Tertinggi)”, ungkap Bambang Sumadi, Jumat (26/04).

Melihat kondisi itu, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Grobogan, untuk dilakukan langkah – langkah mengatasi keadaan.

Bambang menyebut, Disperindag setempat bersama pihak Pertamina telah menindak-lanjuti dengan melakukan sidak ke agen maupun pangkalan yang diduga menjual gas melon melebihi HET.

Baca Juga: Pati Tuan Rumah MTQ ke-30 Tingkat Jateng, Resmi Dibuka

“Pangkalan menjual ke pengecer hingga 25 ribu rupiah per tabung. Sampai ke tangan konsumen bisa lebih tinggi dari itu, hingga kisaran 30 – 35 ribu rupiah”, sebutnya.

Namun demikian, lanjut Bambang, pasca sidak tersebut, belum ada tindakan tegas yang diambil oleh otoritas terhadap penyalahgunaan penyaluran gas yang sangat dibutuhkan masyarakat itu.

“Disperindag mengaku tidak mempunyai kewenangan penindakan. Sedangkan dari Pertamina, terkesan tutup mata. Ada dugaan pembiaran”, tegas Bambang.

Padahal, menurutnya, ada sanksi jelas yang dapat menjerat pelaku atau pemilik usaha agen atau pangkalan gas yang menjual diatas HET, yakni 15.500 rupiah.

Sesuai Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, disebutkan pelaku usaha yang melakukan pelanggaran dan merugikan konsumen, diancam pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda sebanyak 2 milyar rupiah. (Pasal 62 Ayat 1 jo Pasal 8 Ayat 1a).

Selain itu, pelaku juga dapat dijerat Pasal 53 (c) dan (f) jo Pasal 23 Ayat 2 (a) dan (d) Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas, ancaman pidana penjara 3 tahun dan denda paling banyak 30 milyar rupiah.

Disisi lain, pihak Pertamina yang turut saat sidak, Ardian Domingo, ketika dikonfirmasi media ini melalui saluran nomor WhatsApp nya, belum memberikan tanggapan ataupun keterangan, hingga berita ini diunggah.

Reporter : Usman
Editor : Amin
Publisher : Eka Putri

Tinggalkan Balasan