PAMEKASAN, Minggu (12/7) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) menggelar Grand Final Pemilihan Duta Daerah Kacong Cebbhing dan Putra-Putri Batik Pamekasan Tahun 2026 di Pendopo Ronggosukowati, Sabtu (11/7/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, Wakil Bupati Sukriyanto, Ketua TP PKK Kabupaten Pamekasan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beserta istri, Sekretaris Daerah, Wakil Ketua DPRD Pamekasan, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para sponsor, Duta Wisata se-Jawa Timur, dewan juri, para finalis, orang tua peserta, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati KH. Kholilurrahman menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya ajang tersebut. Ia berharap para finalis yang terpilih mampu menjadi duta daerah yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda.
“Semoga bisa mentransfer ilmu pengetahuan dan bakat serta skill yang dimiliki kepada generasi muda berikutnya. Saya mempunyai keyakinan apabila apa yang didapatkan pada grand final pemilihan Kacong Cebbhing dan Putra Putri Batik ini dikembangkan dengan baik, saya yakin ke depannya akan menjadi satu kekuatan dalam rangka mengawal pemuda-pemudi dan para remaja kita ke arah yang lebih baik,” ujar Bupati.
Menurutnya, ajang pemilihan duta daerah tersebut tidak hanya bertujuan memilih peserta terbaik dari sisi penampilan, tetapi juga mencari generasi muda yang memiliki wawasan tentang budaya daerah dan nasional serta mampu berperan dalam mempromosikan potensi pariwisata dan budaya Pamekasan.
“Kita harus bisa mengawal anak-anak muda kita mencintai produk Pamekasan, mencintai lagu Madura, kembali pada nilai-nilai luhur. Mencari hiburan tidak perlu jauh-jauh ke kota besar, cukup di Pamekasan. Karena potensi wisata dan budaya kita sangat luar biasa,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disporapar Kabupaten Pamekasan, Akmalul Firdaus, menjelaskan bahwa pada tahun ini pemilihan Kacong Cebbhing dan Putra-Putri Batik digabungkan dalam satu rangkaian kegiatan.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari efisiensi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 tanpa mengurangi substansi maupun kualitas pembinaan terhadap para peserta.
“Kabupaten Pamekasan memiliki kekayaan pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, serta warisan batik yang menjadi identitas daerah. Untuk mengembangkan itu semua, kita butuh generasi muda yang mampu menjadi representasi daerah dalam promosi, pelestarian budaya, dan pengembangan ekonomi kreatif,” jelas Akmalul.
Ia menambahkan, peserta tahun ini berasal dari berbagai latar belakang. Selain pelajar SMA dan SMK, terdapat mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Gadjah Mada (UGM), hingga peserta yang telah bekerja di luar Pulau Madura.
Menurut Akmalul, keikutsertaan mereka menunjukkan kepedulian dan kecintaan terhadap daerah asal.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memilih generasi muda yang memiliki karakter, wawasan, integritas, kemampuan komunikasi, serta kepedulian terhadap pembangunan daerah. Selain itu, para duta yang terpilih diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dalam mempromosikan sektor pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, dan batik khas Pamekasan, sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab generasi muda terhadap pelestarian budaya lokal.
Sebelum memasuki grand final, para peserta telah mengikuti serangkaian tahapan, mulai dari sosialisasi ke sekolah dan perguruan tinggi, seleksi administrasi, wawancara, karantina, hingga pembekalan mengenai kepariwisataan, kebudayaan, batik, ekonomi kreatif, kepribadian, etika, protokol, kepemimpinan, dan personal branding.
Grand final menjadi puncak dari seluruh rangkaian seleksi yang telah dijalani para peserta.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Pamekasan berharap duta daerah yang terpilih dapat berkontribusi dalam memperluas promosi pariwisata dan budaya Pamekasan, baik di tingkat lokal maupun nasional, serta menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif daerah.












