Bunda Indah Ingatkan Jangan Pernah Pinjam Dana Ke Rentenir, Pemerintah Ada Program Pinjaman

oleh -44 views
Wabup Lumajang saat memberikan penghargaan kepada Kopwan Ditotrunan.

LUMAJANG, Rabu (22/4/2020) suaraindonesia-news.com – Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati, yang akrab dipanggil Bunda Indah, mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lumajang, agar bisa manfaatkan program pinjaman modal usaha dari pemerintah daerah. Daripada, mereka mengajukan permohonan pinjaman kredit kepada koperasi yang tak berizin atau sering disebut lintah darat atau rentenir, karena hal tersebut dapat merugikan diri sendiri.

“Banyak sebenarnya program dan solusi yang sudah dikeluarkan oleh Pemkab Lumajang, karena Cak Thoriq dan saya sudah beberapa kali menyampaikan, bahwa pemerintah daerah memberikan pinjaman tanpa jaminan, dan tanpa bunga untuk modal usaha,” kata dia saat memberikan penghargaan kepada Koperasi Wanita (Kopwan) Kartini, yang bertempat di Sekretariat Kopwan Kartini Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan/Kabupaten Lumajang, lalu.

Menurut Bunda Indah, bahwa program pemberian bantuan pinjaman modal tanpa agunan dan bunga bagi pedagang kecil atau wlijo, telah digelontorkan oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, dirinya berharap agar program tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat.

“Senin (20/4) kemarin, kami telah melakukan penertiban terhadap koperasi yang tak berizin dan tak sesuai aturan Undang-Undang Perkoperasian, dan kami menutup dua koperasi, karena koperasi tersebut tidak mempunyai izin, dan tidak menggunakan azas koperasi, dan saya yakin di Lumajang masih ada lagi beberapa yang tidak ber izin,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Lumajang juga memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Kopwan Kartini Kelurahan Ditotrunan, yang sudah mempunyai aset berkembang mencapai sekitar Rp. 1,7 miliar, dan hingga saat ini tidak ada permasalahan di Kopwan Kartini tersebut. Oleh karena itu, dirinya juga mengharapkan agar Kopwan Kartini dapat lebih meningkatkan pengawasan dan pengelolaannya.

“Jadi peran pengawas dalam mengelola koperasi itu sangat penting, karena kalau ingin mencapai nilai koperasi yang sehat atau baik, maka peran pengawas koperasi memang harus diaktifkan secara maksimal,” paparnya.

Sementara itu, Bupati DPD LIRA Kabupaten Lumajang, Angga Dhatu Nagara, juga akan bersinergi dengan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, dalam rangka menertibkan koperasi dan mengembalikan jati diri koperasi.

“LIRA sendiri mempunyai koperasi kok, jadi kita paham bagaimana menjalankan dan memgelola koperasi secara benar dan sesuai jati diri perkoperasian Indonesia,” ungkapnya.

Jika pihaknya menemukan koperasi abal-abal, maka Angga akan langsung menghubungi pihak-pihak terkait.

“Kalau berdasarkan analisa dan hasil investigasi di lapangan, masih ada ratusan bahkan ribuan yang masih belum dieksekusi operasionalnya,” pungkasnya.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *