Bantuan Benih Untuk Poktan, Demi Jadikan Lumajang Lumbung Jagung Nasional

oleh -102 views
Diperta Kabupaten Lumajang saat menerima bantuan benih jagung dati Pemerintah Pusat melalui Diperta Propinsi.

LUMAJANG, Rabu (10/3/2021) suaraindonesia-news.com – Ada wacana, pemerintah pusat merencanakan Propinsi Jawa Timur sebagai lumbung jagung nasional. Maka dengan itu, Pengadaan Pemerintah Pusat Dirjen Tanaman Pangan melalui Dinas Pertanian (Diperta) dan Ketahanan Pangan Propinsi Jawa Timur, berikan bantuan benih jagung kepada Kabupaten Lumajang, sebanyak 18 ton.

Hal ini dilakukan untuk memenuhi ketersediaan jagung nasional dan mengurangi impor jagung. Dan Kabupaten Lumajang, akan terus meningkatkan produksi tanaman pangannya, salah satunya jagung ini.

“Luas panen jagung (irigasi) 16.458 hektar (ha), produksi 935.888 kuintal (kui), produktivitas 56,67 kui. Dan luas panen jagung non irigasi sebesar 11.930 ha, produksi 515.325 kui, produktifitas 43,20 kui,” jelas Kabid Tanaman Pangan Diperta Kabupaten Lumajang, Syaifuddin Zuhri kepada media ini.

Kata Zuhri, ini tidak lepas dari kontribusi Jawa Timur sebagai propinsi penghasil jagung nasional yang mampu memproduksi sekitar 20 persen kebutuhan nasional. Zuhri juga berharap Kabupaten Lumajang, mampu memproduksi jagung sepanjang tahun dengan manajemen tanam yang baik.

“Kami harap panen tahun ini bisa lebih baik dari tahun kemarin, dengan target tanam pada bulan Maret-April,” tambahnya.

Benih jagung sebanyak 18 ton (18.000 kg) ini, kata Zuhri dibagikan kepada 105 Kelompok Tani (Poktan) penerima, yang tersebut di Kecamatan Randuagung, Padang, Gucialit, Kedungjajang, Klakah, Ranuyoso.

“Jatah setiap poktan tergantung dari luasan areal yang diusulkan dengan ketentuan per ha 15 kg benih jagung, dan ini sebagai Peningkatan Indeks Pertanaman (PIP) Tahun 2021,” paparnya lagi.

Ketersediaan jagung ini, menurut Zuhri, diharapkan dapat menjadi solusi kebutuhan pakan ternak dari peternak ayam petelur, maupun ketersediaan produk turunan dari sektor pertanian dan peternakan.

“Semoga saja, Kabupaten Lumajang bisa mengalami surplus produksi jagung, agar bisa menyangga daerah lain yang minus produksinya. Dan diharapkan bisa menjaga stabilitas harga-harga, maupun untuk memenuhi daerah yang bukan sentra jagung,” imbuhnya.

Secara nasional produksi jagung kita sekitar 31 juta ton. Sesungguhnya surplus. Surplus itu produksi nasional total dikurangi konsumsinya. Tapi kan ada kabupaten yang memang minus, karena memang dia tidak menanam jagung yang cukup. Ada langkah selanjutnya terkait dengan manajamen stok, dari pasca panen, pengolahan, penyimpanan, sehingga ketika oversupply, disimpan dan harganya tidak anjlok.

“Harapannya tahun ini bisa lebih baik dari tahun kemarin, dengan catatan kondisi cuaca/iklim, ketersediaan saprodi serta peran serta teman-teman penyuluh di lapangan bisa seiring sejalan. Bantuan tersebut hanya benih saja mas, tidak dengan saprodi artinya untuk pupuk dan lain-lain tergantung poktan/petani sendiri,” pungkasnya.

Reporter : Fuad
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan