BALIKPAPAN, Kamis (17/9) suaraindonesia-newa.com – Produsen alat berat global asal Tiongkok, XCMG, resmi memulai pembangunan Pusat Remanufaktur Peralatan Pertambangan PT XCMG Indonesia melalui seremonial peletakan batu pertama (groundbreaking) di kawasan industri Kariangau, kilometer 13 Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu, (16/9).
Fasilitas ini menjadi pusat overhaul dan remanufaktur komponen peralatan pertambangan pertama XCMG yang dibangun di luar Tiongkok.
Langkah strategis ini menandai transformasi penting XCMG dari penyedia alat berat sekaligus menjadi penyedia solusi layanan menyeluruh di industri pertambangan Tanah Air.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh General Manager XCMG Mining Machinery Business Division, Ren Daming, bersama jajaran pejabat pemerintah Indonesia, mitra strategis, serta para pelanggan utama dari industri pertambangan nasional.
Ren Daming menegaskan bahwa pemilihan Balikpapan sebagai lokasi pusat remanufaktur bukanlah tanpa alasan. Kehadiran fasilitas ini dirancang untuk menjawab langsung tantangan operasional yang dihadapi para pelaku industri tambang di Indonesia, khususnya terkait ketersediaan suku cadang dan kecepatan perbaikan unit.
”Pembangunan Pusat Remanufaktur di Balikpapan ini bukan sekadar perluasan fasilitas fisik, melainkan bukti komitmen jangka panjang kami untuk ‘berakar di Indonesia dan melayani Indonesia’. Kami memahami betapa berharganya waktu operasional di sektor pertambangan,” ujar Ren Daming dalam keterangan pers, Kamis, (17/9).
Menurutnya, dengan menempatkan kapabilitas remanufaktur dan logistik suku cadang langsung di jantung wilayah pertambangan Indonesia, pihaknya dapat menekan biaya operasional pelanggan sekaligus memangkas waktu penghentian peralatan (downtime).
Kehadiran Pusat Remanufaktur ini melengkapi puzzle investasi XCMG di Indonesia selama lebih dari 30 tahun berkiprah. Kini, XCMG memiliki rantai nilai yang lengkap dan terintegrasi di Indonesia yang mencakup penelitian dan pengembangan, produksi, pengadaan, penjualan, layanan, serta pembiayaan.
Riset dan Pengembangan, sebagai pusat R&D XCMG di Indonesia fokus memodifikasi dan mengadaptasi produk agar andal di iklim tropis bersuhu serta berkelembapan tinggi.
Pengoperasian basis manufaktur energi baru luar negeri pertama XCMG guna mendekatkan kapasitas produksi unit ke pasar.
Perusahaan Pembiayaan XCMG menghadirkan skema finansial yang disesuaikan dengan kebutuhan fleksibel pelanggan lokal.
Layanan dan Remanufaktur, yang merupakan pusat perbaikan, rekondisi unit bekas, dan penyediaan suku cadang berstandar kualitas global.
Selain fokus pada efisiensi operasional pertambangan, keberadaan pusat remanufaktur ini juga mengusung misi penguatan kapabilitas talenta lokal. XCMG bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga vokasi di Indonesia untuk mencetak tenaga ahli teknis di bidang alat berat.
Ren Daming menekankan pentingnya filosofi Chairman XCMG, Yang Dongsheng, yakni “Globalisasi adalah Lokalisasi”.
”Globalisasi sejati adalah saat keberadaan kami memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal. Melalui program transfer teknologi dan pelatihan terstruktur, kami berkomitmen mencetak tenaga teknis lokal yang andal dan membuka lapangan kerja baru di bidang purnajual,” jelas Ren Daming.
Para pelaku industri pertambangan nasional menyambut hangat ekspansi XCMG ini. Salah satu perwakilan pelanggan utama XCMG mengungkapkan bahwa keberadaan pusat perbaikan lokal meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menggunakan unit-unit XCMG untuk proyek jangka panjang.
”Dengan hadirnya pusat remanufaktur di Indonesia, proses overhaul dan respons penyediaan suku cadang dapat dilakukan jauh lebih cepat. Hal ini membuat kerugian akibat perbaikan unit dapat dikendalikan dengan lebih baik,” terangnya.
Dengan resmi dimulainya proyek ini, XCMG semakin mengukuhkan posisinya sebagai mitra strategis utama Indonesia dalam memodernisasi industri pertambangan, sekaligus mempererat kerja sama ekonomi dan industri antara Tiongkok dan Indonesia.












