exodus
BeritaEkonomiNews

Tata Kelola Sumur Minyak Rakyat Desa Gandu Jadi Rujukan, Delegasi Musi Banyuasin Datang Belajar

×

Tata Kelola Sumur Minyak Rakyat Desa Gandu Jadi Rujukan, Delegasi Musi Banyuasin Datang Belajar

Sebarkan artikel ini
IMG 20260916 155210
Foto: Rombongan Badan Kelola Usaha Musi Banyuasin (BKU MUBA), saat meninjau sumur minyak rakyat di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Blora.

BLORA, Rabu (16/09) suaraindonesia-news.com – Pengelolaan sumur minyak masyarakat di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, menjadi perhatian daerah lain. Salah satunya Badan Kelola Usaha Musi Banyuasin (BKU Muba), Sumatera Selatan, yang melakukan kunjungan studi banding untuk mempelajari tata kelola sumur minyak rakyat di wilayah tersebut.

Sebanyak lima orang rombongan BKU Muba datang ke Blora pada Selasa (15/9/2026) melalui PT Keban Berkah Energi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pengelolaan sumur minyak masyarakat yang disebut telah berjalan dengan baik.

Perwakilan PT Keban Berkah Energi, Rezky Nugraha, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari studi banding untuk melihat implementasi pengelolaan sumur minyak masyarakat di Desa Gandu.

“Kami datang dalam rangka studi banding. Studi banding bagaimana kita melihat implementasi sumur masyarakat yang sudah sangat baik di daerah Gandu, Jawa Tengah, Kabupaten Blora,” ujar Rezky.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi pihaknya untuk mempelajari pengelolaan produksi minyak bumi yang memperhatikan aspek keamanan dan keberlanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan BKU Muba mempelajari sejumlah aspek pengelolaan sumur minyak rakyat di Desa Gandu. Di antaranya penerapan kaidah keselamatan (PEP), hasil produksi, mekanisme pembagian hasil, serta kontribusi terhadap kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk UMKM lokal.

Selain aspek teknis, kondisi sosial masyarakat di sekitar lokasi sumur minyak juga menjadi perhatian. Rombongan melihat aktivitas warga tetap berjalan, termasuk kegiatan masyarakat yang beraktivitas di kebun.

Tata kelola hubungan antara kegiatan produksi dan masyarakat menjadi salah satu hal yang turut dipelajari, termasuk upaya menjaga agar kegiatan tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan warga dan kehidupan sosial di desa.

Pihak rombongan juga melihat langsung kondisi lapangan serta mempelajari mekanisme pengelolaan yang diterapkan di wilayah tersebut.

Sementara itu, Penanggung Jawab PT Mataram Connection Nusantara (MCN) wilayah Blora, Rony Mey Yudha, menyambut baik kunjungan delegasi dari Musi Banyuasin tersebut.

Ia mengatakan, kunjungan itu menunjukkan adanya perhatian terhadap pengelolaan sumur minyak rakyat di Blora yang dinilai dapat menjadi rujukan bagi daerah lain.

“Ini mereka datang memang untuk studi banding. Potensial yang cukup bagus sumur minyak rakyat yang ada di Blora dijadikan percontohan skala nasional,” ucap Rony.

Selain Desa Gandu, rombongan delegasi juga diarahkan meninjau lokasi sumur minyak rakyat lainnya yang berada di bawah naungan MCN, yakni di Desa Soko, Kecamatan Jepon.

Kepala Desa Gandu, Iwan Sucipto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi BKU Muba. Ia mengaku senang karena potensi sumur minyak rakyat di desanya mendapat perhatian dari daerah lain.

“Pertama saya ucapkan Alhamdulillah, kami senang kalau potensi sumur minyak rakyat ini dijadikan percontohan skala nasional. Saya sangat senanglah jauh-jauh dari Sumatra Selatan dapat berkunjung di desa kami,” pungkas Iwan.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran pengalaman antarwilayah mengenai pengelolaan sumur minyak masyarakat, khususnya terkait aspek tata kelola, keselamatan, produksi, pembagian hasil, serta keterlibatan masyarakat dalam mendukung kegiatan ekonomi di tingkat desa.